Bacotan Online – Dua fasilitas data center utama milik Yandex, perusahaan teknologi terbesar Rusia, mengalami kerusakan serius setelah terkena serangan drone pada Kamis malam hingga Jumat pagi, 10 Oktober 2026. Insiden di wilayah Ryazan dan Kaluga ini menghentikan sebagian operasional komputasi awan perusahaan serta mengganggu sejumlah layanan digital yang digunakan jutaan warga Rusia.
Fasilitas di kota Sasovo, Oblast Ryazan, menerima dampak paling berat. Manajemen Yandex mengonfirmasi bahwa seluruh aktivitas operasional di lokasi tersebut dihentikan total setelah bangunan terbakar akibat hantaman langsung. Pusat data kedua di Oblast Kaluga, sekitar barat daya Moskow, juga terkena serangan pada Jumat pagi dan mengalami pemutusan sebagian infrastruktur jaringan. Gubernur regional Kaluga menyatakan sedikitnya sembilan orang mengalami luka-luka akibat serbuan drone di kawasan tersebut.
Superkomputer AI Terancam dan Gangguan Layanan Publik
Fasilitas Sasovo memiliki nilai strategis tinggi karena menjadi rumah bagi dua dari tiga kluster superkomputer utama Yandex. Infrastruktur ini selama ini digunakan untuk melatih large language model dan arsitektur AI generatif perusahaan. Hingga kini, pihak manajemen belum dapat memastikan apakah rak server high-performance computing tersebut selamat dari dampak ledakan dan panas kebakaran atau mengalami kerusakan permanen.
Pusat data Kaluga tercatat sebagai salah satu kompleks pemrosesan data terbesar di Rusia, membentang di atas lahan 130.000 meter persegi dengan kapasitas konsumsi daya setara kebutuhan listrik 220.000 rumah tangga. Dalam pernyataan kepada kantor berita TASS, juru bicara Yandex menyatakan tim teknis bekerja tanpa henti untuk menstabilkan arus lalu lintas data, namun mengakui sulit memprediksi tenggat pemulihan penuh. Gangguan sudah dirasakan pengguna, mulai dari asisten virtual Alice, chatbot AI, hingga integrasi perangkat smart home.
Hambatan Pemulihan di Tengah Sanksi Semikonduktor
Tantangan terbesar pascainsiden bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan pengadaan kembali perangkat keras pemrosesan berkecepatan tinggi. Di bawah tekanan sanksi ekspor semikonduktor dari negara-negara Barat, Rusia menghadapi keterbatasan pasokan cip canggih, terutama akselerator grafis buatan Nvidia dan sistem pendingin industri berstandar tinggi. Apabila komponen di Sasovo mengalami kerusakan termal akibat kebakaran, pengadaan pengganti dipastikan menghadapi jalur yang sangat terbatas.
Situasi ini memaksa arsitek jaringan Yandex meredistribusi beban komputasi ke pusat data yang tersisa atau fasilitas sewaan. Pembagian beban secara mendadak berisiko memicu lonjakan latency, antrean kueri mesin pencari yang memanjang, serta penurunan keandalan layanan perbankan dan navigasi transportasi yang mengandalkan API Yandex di kawasan Eurasia.

