Bacotan Online – PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) resmi menetapkan perombakan strategis pada susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Pergudangan Taman Tekno 2 BSD, Tangerang Selatan. Langkah perombakan struktur pimpinan ini menjadi tonggak penting perseroan menjelang eksekusi aksi korporasi penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue yang kini memasuki fase akhir verifikasi regulasi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam keputusan RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui penunjukan politisi dan mantan anggota DPD RI, Hana Hasanah Fadel Muhammad, sebagai Komisaris Utama perseroan. Hana Hasanah menggantikan posisi Adhie M. Masardi, mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang kini bergeser mandatnya menjadi Komisaris reguler perseroan. Pergeseran kursi pengawasan ini dinilai para pelaku pasar sebagai manuver emiten berkode saham IRSX untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan stabilitas tata kelola perusahaan di tengah agenda ekspansi skala besar.
Tak hanya di posisi komisaris utama, perubahan struktur kepengurusan juga menyentuh jajaran pengawasan independen dan operasional manajemen. Pemegang saham mengangkat Megah Supratiwi untuk menduduki kursi Komisaris Independen. Sementara di jajaran direksi, Benny yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen resmi ditunjuk sebagai Direktur Perseroan guna memperkuat tim eksekutif di bawah komando Direktur Utama Subioto Jingga.
Struktur Baru Manajemen dan Penguatan Tata Kelola
Mengacu pada dokumen keterbukaan informasi perseroan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) bernomor 130/IRSX-OJK/IX/2026, susunan lengkap Dewan Direksi dan Dewan Komisaris IRSX kini mencerminkan kombinasi praktisi bisnis, kepatuhan pasar modal, dan figur publik. Kehadiran figur berpengalaman di level komisaris diharapkan mampu menjaga standar transparansi di tengah regulasi pasar modal yang semakin ketat, terutama mengenai perlindungan pemegang saham publik sebagaimana tercantum dalam panduan keterbukaan regulasi bursa efek terkini.
Berikut adalah komposisi lengkap manajemen PT Folago Global Nusantara Tbk hasil keputusan RUPSLB:
- Dewan Direksi:
- Direktur Utama: Subioto Jingga
- Direktur: Charlie
- Direktur: Stephen Minaldo Onggo
- Direktur: Benny
- Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Hana Hasanah Fadel Muhammad
- Komisaris: Adhie M. Masardi
- Komisaris Independen: Megah Supratiwi
Direktur Utama IRSX, Subioto Jingga, menegaskan bahwa regenerasi kepengurusan ini bukan sekadar pergantian administratif, melainkan penyelarasan arah operasional demi mengawal rencana jangka panjang emiten. Perseroan berupaya memastikan seluruh pilar bisnis memiliki kepemimpinan yang solid dan mampu merespons cepat dinamika persaingan di industri solusi digital dan perdagangan.
Menakar Target Rights Issue 12,39 Miliar Saham
Selain merombak jajaran pimpinan, agenda krusial RUPSLB IRSX adalah penegasan kembali pelaksanaan aksi korporasi rights issue PMHMETD I. Pemegang saham memberikan persetujuan penuh untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 12.390.094.754 (12,39 miliar) saham baru dengan nilai nominal yang akan ditentukan dalam prospektus final. Aksi penambahan modal raksasa ini juga dirancang atraktif bagi pelaku pasar dengan menyertakan penerbitan pemanis berupa 1.858.514.214 (1,85 miliar) Waran Seri II.
Manajemen menegaskan seluruh persiapan aksi penambahan ekuitas ini tetap berjalan sesuai jalur dan jadwal yang direncanakan (on the track). Perseroan saat ini berada di tahapan akhir menunggu diterbitkannya pernyataan efektif dari OJK. Sebelumnya, jadwal eksekusi sempat disesuaikan karena perseroan memutuskan memperbarui dasar laporan keuangan yang diajukan ke regulator, beralih dari Laporan Keuangan per 31 Desember 2025 menjadi Laporan Keuangan per 30 Juni 2026. Penyesuaian tahun buku ini serupa dengan langkah mitigasi kepatuhan pada sejumlah emiten bursa yang melakukan telaah terbatas guna memastikan akurasi data keuangan terkini, sebagaimana tercermin dalam dinamika penyesuaian laporan keuangan emiten di pembukuan periode kuartalan.
Subioto Jingga menyatakan optimisme tinggi bahwa izin pernyataan efektif dari wasit industri keuangan nasional tersebut akan terbit dalam waktu dekat. “Kami berharap pernyataan efektif dari OJK akan didapatkan pada akhir Oktober 2026 ini. Perseroan sangat optimistis aksi korporasi ini mendorong kinerja ke arah yang jauh lebih kokoh, memperkuat struktur permodalan, serta memacu pertumbuhan pendapatan melalui perluasan diversifikasi usaha,” terang Subioto.
Rekam Jejak Transformasi dan Rencana Alokasi Dana
Bagi pelaku pasar modal, nama Folago Global Nusantara merupakan wujud metamorfosis dari PT Aviana Sinar Abadi Tbk, yang melantai perdana di bursa saham pada awal 2023. Perubahan identitas entitas bisnis ini diiringi penajaman model monetisasi perseroan yang sebelumnya bertumpu pada penyediaan infrastruktur teknologi bagi sektor periklanan digital, integrasi sistem, dan manajemen konten korporasi. Dengan suntikan modal segar dari pemegang saham, IRSX membidik akselerasi belanja modal (capital expenditure) dan penyediaan modal kerja (operational expenditure) yang lebih agresif.
Dana hasil emisi saham baru diproyeksikan akan mengalir untuk memperkuat rantai pasok teknologi, pengembangan platform digital internal, serta eksplorasi kemitraan strategis di segmen bisnis bernilai tambah tinggi. Mengingat volatilitas pasar saham yang cukup dinamis di tengah tekanan suku bunga dan sentimen makroekonomi, kemampuan emiten menghimpun dana ekuitas menjadi alternatif penting untuk menghindari beban bunga pinjaman perbankan yang mahal, sejalan dengan pengamatan volatilitas indeks di tengah pergerakan transaksi pasar reguler domestik.
Kendati demikian, emisi saham baru dalam jumlah yang masif membawa konsekuensi langsung terhadap risiko dilusi persentase kepemilikan bagi pemegang saham eksisting yang memilih tidak melaksanakan haknya. Oleh sebab itu, penyertaan Waran Seri II berfungsi ganda sebagai insentif likuiditas sekaligus bantalan agar pemegang saham minoritas tetap memperoleh opsi konversi ekuitas di masa mendatang. Keberhasilan penyerapan rights issue ini pada akhirnya akan sangat bergantung pada penetapan harga pelaksanaan (exercise price) serta komitmen pembeli siaga (standby buyer) yang akan diumumkan secara terperinci saat prospektus final resmi mengantongi lampu hijau OJK pada Oktober 2026.

