Teknologi & AI

Lonjakan Harga RAM DDR5 Dorong Intel dan AMD Pertahankan Ekosistem DDR4

Modul memori RAM PC DDR4 dan DDR5 untuk komputer desktop

Bacotan Online – Lonjakan harga memori RAM DDR5 di pasar komponen komputer global mendorong produsen semikonduktor Intel dan AMD mempertahankan siklus hidup ekosistem RAM DDR4. Keputusan ini diambil guna menjaga keterjangkauan biaya perakitan komputer desktop bagi konsumen segmen menengah di tengah pembengkakan harga komponen memori generasi terbaru.

Produsen papan induk Gigabyte mengonfirmasi kesiapan merilis jajaran motherboard baru untuk mengakomodasi prosesor Intel berbasis soket LGA 1700. Soket yang pertama kali diperkenalkan pada arsitektur Intel Core Generasi ke-12 tersebut memiliki fleksibilitas kontroler memori terintegrasi yang mendukung penggunaan RAM DDR4 maupun DDR5 secara simultan.

Rencana awal penghentian produksi platform LGA 1700 ditinjau kembali setelah tren biaya komponen sistem komputasi modern dinilai memberatkan daya beli pasar ritel. Lini prosesor pembaruan untuk platform ini dijadwalkan mulai masuk ke jaringan distribusi ritel global pada awal 2027 mendatang.

Penyegaran Papan Induk LGA 1700 dan Kelanjutan Soket AM4

Kebijakan mempertahankan platform DDR4 sejalan dengan langkah yang telah diambil AMD pada ekosistem soket AM4. Pabrikan perakitan perangkat keras kembali memasok papan induk berbasis AM4 untuk merespons tingginya permintaan terhadap prosesor seperti Ryzen 7 5800X3D serta jajaran Ryzen 5000 series.

Dukungan platform yang berkelanjutan memberi keleluasaan bagi pengguna komputer rakitan atau do-it-yourself untuk meningkatkan performa komputasi tanpa harus menanggung biaya penggantian seluruh kit memori. Langkah ini menjaga stabilitas pasar perakitan mandiri yang menghadapi tekanan inflasi harga perangkat keras.

Dampak Alokasi Fabrikasi Chip AI terhadap Pasokan Ritel

Kenaikan harga modul RAM DDR5 dipicu oleh pergeseran kapasitas produksi wafer silikon pada fasilitas fabrikasi atau foundry semikonduktor global. Kebutuhan masif industri komputasi awan terhadap akselerator artificial intelligence menyerap porsi besar alokasi memori berkecepatan tinggi, termasuk high bandwidth memory dan DDR5 kelas server.

Pergeseran alokasi tersebut memicu disparitas harga di pasar konsumen. Paket memori DDR5 kapasitas 32 GB tercatat berada di kisaran 620 dolar AS atau setara Rp9,7 juta, sementara modul DDR4 berkapasitas serupa berada di kisaran 260 dolar AS atau Rp4,06 juta. Produsen perangkat keras kini terus mengevaluasi keseimbangan pasokan rantai industri guna memastikan ketersediaan komponen komputasi tetap terjaga sepanjang masa transisi teknologi.

Dimas Pratama

About Author

Jurnalis teknologi dan pemerhati gadget konsumer. Mengulas perkembangan kecerdasan buatan, sistem operasi, dan dinamika industri peranti keras global.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

data center AI Meta bakteri
Teknologi & AI

Temuan Bakteri di Air Bilasan Data Center Meta Picu Evaluasi Limbah Industri di Wyoming

Data center yang terkait Meta diduga mencemari saluran air Cheyenne dengan bakteri langka. Pemerintah kota memperketat pembuangan limbah fasilitas.
sungai tertua di dunia Finke
Teknologi & AI

Menelusuri Usia Sungai Finke di Australia: Jalur Air Purba yang Bertahan Ratusan Juta Tahun

Finke River di Australia diduga berusia 300–400 juta tahun dan sudah mengalir sebelum Pangaea. Simak bukti geologi dan cara usianya