Bacotan Online – Tiga pemegang saham utama emiten perkebunan kelapa sawit PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menggadaikan 100 persen kepemilikan saham mereka kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Manajemen perseroan mengonfirmasi bahwa penjaminan saham tersebut dilakukan guna mendukung fasilitas kredit yang ditarik oleh entitas afiliasi mereka, PT Jhonlin Baratama, tanpa melibatkan perseroan secara langsung dalam perjanjian pinjaman perbankan tersebut.
Direktur PGUN Tamlikho menyampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia bahwa perseroan tidak bertindak sebagai debitur maupun penjamin korporasi (corporate guarantee). Seluruh proses negosiasi fasilitas pinjaman, pengajuan, hingga penerbitan surat penawaran (offering letter) berlangsung antara PT Jhonlin Baratama dan Bank Mandiri. Perseroan juga menegaskan tidak menerima aliran dana pinjaman dari transaksi penjaminan tersebut, baik berupa pinjaman pemegang saham, setoran modal, maupun pembiayaan ekspansi operasional.
Rincian Portofolio Saham yang Dijaminkan ke Bank Mandiri
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi perseroan, tiga entitas yang menjaminkan kepemilikannya adalah PT Araya Agro Lestari (AAL), PT Citra Agro Raya (CAR), dan PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP). Ketiganya meneken akta gadai saham pada 28 September 2026. AAL menggadaikan 2.205.667.896 lembar saham, CAR menjaminkan 2.194.718.786 lembar saham, dan BCMP menyerahkan 900.000.250 lembar saham sebagai agunan ke Bank Mandiri.
Hubungan afiliasi antara PGUN dan PT Jhonlin Baratama terhubung melalui kepemilikan saham dan posisi kepengurusan. Jhony Saputra tercatat sebagai pemegang saham di CAR dan AAL sekaligus menduduki posisi komisaris di PT Jhonlin Baratama. Struktur kepemilikan silang ini menjadi dasar penjaminan aset saham untuk memperkuat jaminan pembiayaan yang diterima entitas pertambangan dalam grup usaha tersebut.
Tren Pengikatan Jaminan Ekuitas Grup Jhonlin di Sektor Perbankan
Langkah penjaminan saham PGUN melengkapi aksi korporasi serupa yang dilakukan entitas lain dalam naungan Grup Jhonlin. Pada 30 September 2026, pengendali utama PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Eshan Agro Sentosa, juga menggadaikan seluruh kepemilikan sahamnya sebanyak 7.997.556.204 lembar saham kepada Bank Mandiri sebagai agunan tambahan atas fasilitas kredit yang diterima perseroan.
Praktik pengikatan ekuitas sebagai agunan kredit perbankan jamak dilakukan grup konglomerasi guna mengoptimalkan nilai aset portofolio tanpa harus melepas kepemilikan di pasar reguler. Kendati demikian, skema gadai saham penuh menuntut kepatuhan ketat terhadap rasio pemenuhan jaminan (collateral coverage ratio) agar fluktuasi harga saham di bursa tidak memicu klausul penambahan agunan (margin call) dari pihak kreditur perbankan.

