Bacotan Online – Nscale, platform cloud AI asal Inggris yang menyediakan infrastruktur komputasi dari hulu ke hilir, resmi mengumumkan pendanaan senilai 3,36 miliar dolar AS lewat mekanisme convertible loan notes menjelang rencana pencatatan saham perdana (IPO) di New York Stock Exchange. Putaran ini dipimpin oleh hedge fund Third Point, dengan dukungan investor kelas berat termasuk Nvidia, Apollo, Citadel, Hudson Bay Capital, Abu Dhabi Investment Council, dan 8090 Industries.
Pendanaan ini terdiri dari tranche awal sebesar 2,36 miliar dolar saat penutupan transaksi, ditambah komitmen terpisah senilai 1 miliar dolar dari Nvidia yang dijadwalkan cair pertengahan November 2026. Seluruh notes akan otomatis terkonversi menjadi saham biasa saat IPO rampung — khusus untuk Nvidia, konversi dilakukan dalam bentuk saham tanpa hak suara (non-voting shares).
Apa Itu Neocloud dan Mengapa Pasar Ini Meledak?
Nscale termasuk dalam kategori yang disebut neocloud — generasi baru penyedia layanan cloud yang secara khusus dibangun untuk beban kerja artificial intelligence. Berbeda dari hyperscaler tradisional seperti AWS, Microsoft Azure, atau Google Cloud yang melayani spektrum komputasi luas, neocloud memfokuskan diri pada klaster GPU berskala besar, liquid cooling, dan akses cepat ke akselerator langka yang sangat dibutuhkan untuk melatih serta menjalankan model AI.
Data dari Synergy Research Group menunjukkan bahwa pendapatan industri neocloud mencapai 9 miliar dolar pada kuartal keempat 2025 — melesat 223 persen year-over-year — dan secara kumulatif menembus 25 miliar dolar sepanjang tahun itu. Riset pasar memproyeksikan sektor ini mendekati 400 miliar dolar pada 2031, menjadikannya salah satu segmen infrastruktur teknologi dengan pertumbuhan tercepat di dunia saat ini.
Selain Nscale, pemain neocloud terkemuka lainnya mencakup CoreWeave, Crusoe, Lambda, Nebius, dan Together AI. Persaingan di sektor ini kian sengit karena permintaan komputasi AI jauh melampaui kapasitas yang bisa disediakan hyperscaler konvensional.
Dari Tambang Kripto ke Raksasa Infrastruktur AI
Perjalanan Nscale sendiri terbilang tidak biasa. Perusahaan ini lahir dari spin-off Arkon Energy, sebuah operator cryptocurrency mining asal Australia, pada awal 2024. Dalam tempo hanya dua tahun, Nscale berhasil bertransformasi dari operasi penambangan aset digital menjadi salah satu penyedia infrastruktur AI paling agresif di Eropa.
Angka-angkanya mencerminkan laju pertumbuhan yang nyaris tidak masuk akal: total nilai kontrak (Total Contracted Value/TCV) Nscale melompat dari 100 juta dolar menjadi lebih dari 103 miliar dolar hanya dalam kurun dua tahun. Kapasitas daya listrik yang dimiliki perusahaan juga meningkat drastis dari 750 megawatt ke lebih dari 10 gigawatt. Pertumbuhan semacam ini dimungkinkan karena model bisnis neocloud yang fokus pada efisiensi vertikal — mengendalikan seluruh rantai mulai dari pembangkit listrik behind-the-meter hingga klaster GPU berpendingin cairan di data center.
Pendekatan full-stack ini berbeda dari model hyperscaler yang cenderung menjadi platform serba bisa. Nscale menawarkan layanan kepada hyperscaler itu sendiri, laboratorium model frontier, perusahaan AI native, serta korporasi besar yang membutuhkan kapasitas komputasi masif untuk training dan inference.
Mengapa Nvidia Mau Menyuntik 1 Miliar Dolar?
Partisipasi Nvidia sebesar 1 miliar dolar dalam putaran ini bukan sekadar investasi finansial — melainkan bagian dari strategi ekosistem yang lebih luas. Nvidia, sebagai produsen chip GPU yang mendominasi pasar AI, memiliki kepentingan langsung untuk memastikan ada cukup banyak cloud provider yang membeli dan mengoperasikan chipnya dalam skala besar.
Dengan berinvestasi di neocloud seperti Nscale, Nvidia pada dasarnya turut membiayai pelanggan terbesarnya sendiri — sebuah model yang sering disebut sebagai circular financing di kalangan analis Wall Street. Strategi serupa juga diterapkan Nvidia pada CoreWeave dan pemain infrastruktur AI lain yang menjadi mitra kunci ekosistemnya.
Menariknya, saham yang diterima Nvidia dari konversi notes ini bersifat non-voting, yang mengindikasikan bahwa Nvidia ingin mendukung ekspansi tanpa mengambil kendali tata kelola. Pengaturan ini juga kemungkinan dirancang untuk menghindari potensi konflik kepentingan dengan regulator, mengingat posisi dominan Nvidia di pasar chip AI.
Jalan Menuju IPO di New York
Nscale telah mengajukan dokumen S-1 ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada 18 September 2026 untuk pencatatan di NYSE dengan simbol saham NSCL. Jumlah saham yang ditawarkan dan kisaran harga belum ditentukan, namun sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan IPO ini berpotensi menghimpun hingga 3 miliar dolar tambahan.
Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Morgan Stanley memimpin proses IPO, dengan 19 bank lain turut terlibat. Valuasi yang dibidik dilaporkan berada di kisaran 30 hingga 35 miliar dolar — angka yang akan menempatkan Nscale sebagai salah satu IPO teknologi terbesar di tahun 2026.
Jajaran dewan direksi Nscale juga cukup menarik perhatian: di dalamnya terdapat Sheryl Sandberg, mantan Chief Operating Officer Meta Platforms, serta Nick Clegg, mantan Wakil Perdana Menteri Inggris yang sebelumnya juga menjabat sebagai President of Global Affairs di Meta. Kehadiran dua nama besar ini menambah kredibilitas korporat Nscale di mata investor institusional.
Dampak bagi Lanskap Teknologi Global
Pendanaan Nscale memperkuat narasi bahwa industri infrastruktur AI sedang mengalami fase ekspansi besar-besaran. Permintaan terhadap kapasitas komputasi GPU terus meningkat seiring semakin banyaknya perusahaan dan pemerintah yang mengadopsi AI untuk berbagai keperluan — mulai dari large language model hingga aplikasi computer vision dan simulasi ilmiah.
Bagi Indonesia, tren ini relevan setidaknya dari dua sisi. Pertama, perusahaan teknologi domestik yang ingin melatih atau menjalankan model AI skala besar kini memiliki lebih banyak pilihan cloud provider di luar trio hyperscaler tradisional. Kedua, gelombang investasi infrastruktur AI global — termasuk komitmen Microsoft senilai 30,4 triliun rupiah untuk membangun kapasitas cloud di Asia Tenggara — menciptakan efek domino yang memperluas akses komputasi di kawasan.
Transformasi Nscale dari operasi tambang kripto menjadi calon emiten bernilai puluhan miliar dolar di NYSE adalah cermin dari bagaimana arus modal global sedang berpindah haluan. Infrastruktur fisik untuk AI — data center, GPU, pendingin cair, dan pasokan listrik — kini menjadi aset strategis yang nilainya terus melonjak. Apakah valuasi setinggi ini berkelanjutan, tentu baru akan terjawab setelah Nscale benar-benar melantai di bursa dan membuktikan bahwa kontrak bernilai ratusan miliar dolar itu bisa diterjemahkan menjadi pendapatan dan arus kas nyata.

