Tren & Pop Culture

Dolly Parton Day Resmi Dideklarasikan 25 September: Warisan Ratu Country Senilai 450 Juta Dolar dan 200 Juta Buku untuk Anak-Anak

Dolly Parton tampil di atas panggung dengan busana ikoniknya

Bacotan Online – Tepat satu bulan setelah dunia kehilangan Dolly Parton pada 25 Agustus 2026, berbagai kota dan negara bagian di Amerika Serikat secara serentak menetapkan 25 September sebagai Dolly Parton Day. Tanggal 9/25 bukan sekadar kebetulan kalender: angka itu merujuk langsung pada lagu fenomenal Parton, 9 to 5, yang menjadi anthem pekerja selama lebih dari empat dekade. Perayaan ini bukan hanya tentang nostalgia musik, melainkan penghormatan terhadap warisan filantropi yang mengubah jutaan kehidupan.

California dan Ohio Pimpin Gelombang Deklarasi Resmi

Di antara negara bagian yang paling cepat bergerak, California menjadi yang paling menarik perhatian. Gubernur Gavin Newsom menandatangani undang-undang yang menetapkan 25 September sebagai Dolly Parton Day secara permanen setiap tahun. Langkah ini disponsori oleh Senator Shannon Grove dan John Laird dari dua kubu partai berbeda, menjadikannya salah satu legislasi bipartisan langka di era politik Amerika yang terpolarisasi.

Newsom sendiri menyampaikan pernyataan yang menyentuh: menghormati gaya hidup Parton yang penuh kegembiraan, kerendahan hati, dan ketulusan hati. Di Ohio, Gubernur Mike DeWine dan Wakil Gubernur Jim Tressel menandatangani proklamasi serupa, meskipun berlaku hanya untuk tahun 2026. Sementara itu, legislator di New York dan Pennsylvania juga tengah mempertimbangkan langkah yang sama, dengan rancangan undang-undang yang masih dibahas di komite-komite senat dan kongres masing-masing negara bagian.

Nashville Menyala Pink: Parade, Karaoke, dan Lampu Kota

Perayaan terbesar tentu saja berlangsung di Nashville, Tennessee, kota yang menjadi rumah Parton sejak ia berusia 18 tahun. Kota yang dijuluki Music City itu menghias jalanan dengan lampu-lampu pink, poster raksasa, serta membagikan stiker, pin, dan pembatas buku bergambar sang ikon. Parade dan pertunjukan karaoke massal menyemarakkan berbagai sudut kota, dari kawasan Broadway honky-tonks hingga taman-taman publik.

Di Los Angeles, perpustakaan daerah menyelenggarakan program Dolly Day: Smarty Pants Storytime di beberapa lokasi, menggabungkan lagu, gerakan, dan keterampilan kesiapan sekolah bagi anak-anak. Program ini merupakan kelanjutan semangat yang sama persis dengan misi hidup Parton: mendorong anak-anak untuk mencintai buku sejak dini.

Warisan Filantropi Senilai Ratusan Juta Dolar

Untuk benar-benar memahami mengapa Dolly Parton memperoleh penghormatan selevel ini, perlu dilihat jejak filantropinya yang luar biasa. Menurut Forbes, kekayaan bersih Parton pada 2025 mencapai sekitar 450 juta dolar AS, dengan sebagian besar berasal dari kepemilikan 50 persen atas Dollywood Company, taman hiburan di Pigeon Forge, Tennessee, yang menarik sekitar tiga juta pengunjung per tahun. Katalog musiknya sendiri diestimasi bernilai sekitar 120 juta dolar AS, dengan lebih dari 3.000 lagu yang ia tulis sepanjang kariernya dan penjualan rekaman melampaui 100 juta kopi secara global.

Namun yang membuat Parton berbeda dari kebanyakan selebritas adalah bagaimana ia menggunakan kekayaannya. Pada 1991, ia meluncurkan inisiatif di Sevier County, Tennessee, menawarkan 500 dolar AS kepada setiap siswa kelas tujuh dan delapan yang berhasil lulus SMA. Hasilnya konkret dan terukur: angka putus sekolah di wilayah tersebut anjlok dari 35 persen menjadi hanya 6 persen.

Empat tahun kemudian, pada 1995, Parton mendirikan The Imagination Library, program literasi yang terinspirasi oleh ketidakmampuan ayahnya, Robert Lee Parton, untuk membaca. Program ini mengirimkan buku gratis setiap bulan kepada anak-anak dari lahir hingga usia lima tahun. Hingga saat kematiannya, Imagination Library telah mendistribusikan lebih dari 200 juta buku ke anak-anak di lima negara.

Kontribusi Sains dan Pandemi yang Jarang Disorot

Di luar dunia musik dan pendidikan, Parton juga memberikan kontribusi signifikan dalam bidang sains. Pada 2020, ia menyumbangkan satu juta dolar AS kepada Vanderbilt University Medical Center untuk mendanai riset vaksin COVID-19. Dana tersebut berkontribusi langsung pada pengembangan vaksin Moderna, menjadikannya salah satu tokoh entertainment yang memiliki dampak nyata dalam penanganan pandemi global.

Fakta ini sering luput dari perbincangan publik, padahal menunjukkan kedalaman visi filantropi Parton. Ia tidak sekadar memberikan sumbangan seremonial, tetapi menyasar riset ilmiah yang berdampak masif bagi jutaan orang di seluruh dunia.

Dari Anak Petani Miskin Menjadi Ikon Budaya Global

Parton lahir pada 19 Januari 1946 di Locust Ridge, sebuah kawasan pedesaan di Tennessee, sebagai anak keempat dari dua belas bersaudara dalam keluarga petani miskin. Ia mulai tampil di radio dan televisi lokal sejak usia 10 tahun, dan pada usia 18 tahun langsung pindah ke Nashville untuk mengejar karier musik sepenuhnya. Lagu-lagu ikonik seperti Jolene, I Will Always Love You, dan 9 to 5 tidak hanya mendefinisikan genre country music, tetapi menembus batas-batas genre dan generasi.

Ketika Whitney Houston merekam ulang I Will Always Love You pada 1992 untuk soundtrack film The Bodyguard, Parton dilaporkan memperoleh royalti sekitar 10 juta dolar AS hanya dari satu lagu tersebut. Keputusannya untuk mempertahankan kepemilikan penuh atas katalog musiknya, di era ketika kebanyakan artis menyerahkan hak cipta kepada label, menjadi salah satu langkah bisnis paling cerdas dalam sejarah industri musik.

Apa Makna Dolly Parton Day bagi Dunia?

Penetapan Dolly Parton Day secara resmi oleh berbagai negara bagian bukanlah hal yang umum dalam budaya politik Amerika. Penghormatan semacam ini biasanya hanya diberikan kepada tokoh-tokoh berpengaruh sekaliber Martin Luther King Jr. atau tokoh yang mengubah lanskap budaya secara permanen. Fakta bahwa legislasi ini didukung oleh kedua partai politik menunjukkan betapa universalnya pengaruh Parton melampaui sekat ideologi.

Warisan Parton juga menawarkan pelajaran yang relevan bagi publik Indonesia. Di tengah diskursus tentang industri musik dan hiburan global yang semakin korporat, kisah Parton menunjukkan bahwa mempertahankan otonomi kreatif dan menyisihkan kekayaan untuk kepentingan publik bukan hanya pilihan moral, melainkan juga strategi jangka panjang yang memperkuat warisan seseorang jauh melampaui usia biologisnya.

Pada akhirnya, Dolly Parton Day bukan sekadar hari peringatan bagi seorang penyanyi country. Ini adalah pengingat bahwa dampak terbesar seseorang seringkali bukan berasal dari panggung atau studio rekaman, melainkan dari keputusan-keputusan kecil namun konsisten untuk berbagi. Tiga juta pengunjung Dollywood, 200 juta buku untuk anak-anak, satu juta dolar untuk riset vaksin, dan ribuan siswa yang berhasil lulus sekolah berkat inisiatifnya menjadi bukti konkret dari warisan yang tidak bisa diukur dengan penjualan album semata.

Kang Bakso

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Timnas eFootball Indonesia di Asian Games 2026
Tren & Pop Culture

Timnas eFootball Indonesia Lolos Perempat Final Asian Games 2026

Timnas eFootball Indonesia memastikan tiket perempat final Asian Games 2026 setelah menang atas Kirgistan dan Hong Kong di fase grup.
Robert Pattinson sebagai Batman dalam dunia Gotham garapan Matt Reeves
Tren & Pop Culture

The Batman Part II Disebut Ambisius, Apa Arti “Belok Tajam” Versi Robert Pattinson?

Robert Pattinson menyebut The Batman: Part II sebagai proyek ambisius yang mengambil “belok tajam” dari film pertama. Ini fakta terverifikasi,