Gadget & Review

Huawei Watch D3 Rilis di Eropa, Apa yang Berubah dari D2?

Huawei Watch D3 dengan manset udara untuk mengukur tekanan darah

Huawei Watch D3 mulai dijual di sejumlah pasar Eropa pada 23 September 2026. Jam tangan pintar ini mempertahankan ciri utama seri Watch D: pengukuran tekanan darah memakai kantong udara mekanis di tali, bukan sekadar memperkirakan tekanan darah dari sensor optik.

Di Inggris, harga resminya £399,99 atau dibulatkan £400. GSMArena mencatat penjualan berlangsung melalui toko Huawei, Amazon, Currys, dan Argos; promosi awal berbeda menurut peritel. Di Jerman, harga resmi yang dicatat media tersebut mencapai €450. Harga itu belum dapat dipakai sebagai patokan Indonesia karena pajak, paket penjualan, dan fitur kesehatan dapat berbeda antarnegara.

Bagi calon pembeli Indonesia, kabar paling relevan bukan hadiah timbangan pintar di Eropa, melainkan perubahan perangkat dibanding Watch D2, cara kerja pengukurannya, dan batas yang perlu dipahami sebelum menjadikannya bagian dari pemantauan kesehatan.

Cara Huawei Watch D3 mengukur tekanan darah

Menurut halaman produk resmi Huawei, Watch D3 memakai metode osilometrik. Kantong udara pada tali mengembang untuk memberi tekanan pada pergelangan, sementara sensor tekanan membaca perubahan denyut. Prinsip ini lebih dekat dengan tensimeter bermanset daripada fitur jam pintar yang hanya mencari pola dari sinyal optik.

Perangkat dapat menjalankan pemantauan tekanan darah ambulatori selama 24 jam atau ABPM. Pengguna bisa melihat rerata sistolik dan diastolik siang, malam, serta keseluruhan 24 jam di aplikasi Huawei Health. Huawei juga menambahkan pengukuran sebelum dan sesudah olahraga untuk aktivitas lari, jalan, serta bersepeda di dalam atau luar ruangan.

Huawei menyatakan perangkat ini tersertifikasi CE berdasarkan regulasi perangkat medis Eropa. Namun, sertifikasi tersebut tidak menghapus pentingnya prosedur pengukuran. Posisi jam terhadap jantung, ukuran tali, gerakan tubuh, dan kondisi tali yang basah dapat memengaruhi hasil. Huawei secara khusus meminta pengguna mengeringkan jam setelah terkena air sebelum mengukur tekanan darah.

Huawei Watch D3 vs Watch D2: lebih tipis, layar membesar

Perubahan antargenerasi terlihat kecil di atas kertas, tetapi berpengaruh pada kenyamanan pemakaian malam. Berdasarkan spesifikasi resmi Watch D3 dan spesifikasi Watch D2, bodi D3 setebal 11,3 mm, turun 2 mm dari D2 yang 13,3 mm. Itu setara penyusutan sekitar 15 persen. Lebarnya juga turun dari 48 mm menjadi 46,5 mm.

Bobot badan jam tetap sekitar 40 gram tanpa tali. Huawei menyebut tali D3 lebih ringan 7,5 gram, sementara lebarnya menyusut dari 26,5 mm menjadi 25,5 mm. Karena ABPM juga berjalan saat tidur, pengurangan ketebalan dan massa tali lebih bermakna daripada sekadar perubahan kosmetik.

Layar AMOLED membesar dari 1,82 inci pada D2 menjadi 1,92 inci pada D3. Resolusinya tetap 480 × 408 piksel, sehingga kerapatan turun dari 347 ppi menjadi 328 ppi. Sebaliknya, Huawei mengklaim kecerahan puncak 3.000 nit pada generasi baru, yang ditujukan untuk meningkatkan keterbacaan di luar ruangan.

Konektivitas Bluetooth meningkat dari versi 5.2 menjadi 6.0. Daftar sensor mencakup sensor tekanan diferensial, ECG, suhu, barometer, sensor cahaya, sensor detak jantung optik, serta IMU sembilan sumbu. Dukungan ponselnya tetap luas: Android 8.0 atau lebih baru dan iOS 13.0 atau lebih baru.

Baterai enam hari berubah menjadi satu hari saat ABPM aktif

Angka baterai perlu dibaca bersama skenario pemakaian. Huawei mengklaim daya tahan hingga enam hari dalam penggunaan tipikal. Pengujian internalnya mencakup enam pengukuran tekanan darah dan lima ECG per hari, pemantauan detak jantung dan tidur, notifikasi, serta olahraga 90 menit per minggu.

Ketika ABPM dinyalakan dengan interval 15 menit, klaim baterai turun menjadi satu hari. Artinya, pengguna yang mengandalkan pemantauan 24 jam harus menyiapkan pola pengisian harian, bukan mengharapkan daya tahan hampir sepekan. Huawei menyebut waktu pengisian sekitar 75 menit dan memakai pengisian nirkabel.

Pengurangan tersebut logis karena manset harus mengembang berkali-kali. Dari sudut penggunaan, komprominya jelas: mode smartwatch biasa menawarkan baterai lebih panjang, sedangkan pemantauan ambulatori meminta energi dan disiplin pengisian lebih besar.

Apa arti sertifikasi medis bagi pengguna?

Label perangkat medis bukan berarti satu pembacaan cukup untuk menyimpulkan hipertensi. British Heart Foundation menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala dan diagnosis perlu melihat pola pengukuran, bukan hanya satu angka terpisah.

Nilai praktis Watch D3 berada pada kemudahan mengumpulkan tren siang-malam dan membuat laporan untuk dibawa ke tenaga kesehatan. Perangkat ini tetap tidak seharusnya dipakai untuk mengubah atau menghentikan obat tanpa konsultasi. Bila hasil terasa tidak masuk akal, ulangi pengukuran dengan posisi yang benar dan bandingkan dengan tensimeter lengan atas tervalidasi atau pemeriksaan klinis.

Ada pula batas fisik yang wajib diperiksa sebelum membeli. Lingkar pergelangan yang didukung adalah 130–210 mm, dengan tali ukuran M untuk 130–160 mm dan L untuk 161–210 mm. Watch D3 berperingkat IP68, tetapi Huawei menyatakan perangkat tidak dirancang untuk berenang atau aktivitas yang merendam jam. Ini berbeda dari asumsi umum bahwa setiap jam ber-IP68 otomatis aman dipakai di kolam.

Peluang Huawei Watch D3 masuk Indonesia

Huawei belum mengumumkan harga dan tanggal penjualan resmi Watch D3 di Indonesia pada saat artikel ini ditulis. Namun, dua nomor model, RIV-B10 dan RIV-B11, sebelumnya muncul dalam pemberitaan mengenai sertifikasi perangkat telekomunikasi Indonesia. Seperti pada perangkat lain yang melewati TKDN dan sertifikasi Postel, temuan itu merupakan indikasi persiapan regulasi, bukan konfirmasi jadwal toko atau jaminan bahwa seluruh fitur medis Eropa akan langsung tersedia.

Calon pembeli sebaiknya menunggu pengumuman Huawei Indonesia untuk memastikan garansi, dukungan aplikasi, layanan purnajual, serta status fitur tekanan darah. Pola ini sama pentingnya dengan memeriksa sertifikasi perangkat sebelum peluncuran lokal: lolos sertifikasi membantu membuka jalan, tetapi keputusan komersial tetap berada di tangan produsen.

Watch D3 menawarkan peningkatan yang terarah, bukan perombakan total. Daya tarik terbesarnya adalah manset yang lebih ramping, layar lebih besar, pemantauan sebelum dan sesudah olahraga, serta format yang lebih nyaman dipakai sepanjang hari. Untuk pembeli Indonesia, keputusan paling rasional adalah menilai kebutuhan pemantauan tekanan darah, kesediaan mengisi daya setiap hari saat ABPM aktif, dan menunggu kepastian harga serta aktivasi fitur lokal.

Kang Bakso

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

iPhone 18 Pro Max Indonesia setelah lolos TKDN dan sertifikasi Postel
Gadget & Review

iPhone 18 Pro Max Indonesia Lolos TKDN, Kapan Mulai Dijual?

iPhone 18 Pro Max Indonesia lolos TKDN dan sertifikasi Postel. Simak arti sertifikasi, status harga, dan jadwal penjualan resminya.
Harga Redmi Note 17 di Indonesia untuk varian 4G dan 5G
Gadget & Review

Harga Redmi Note 17 di Indonesia, Varian 4G dan 5G Mulai Rp3,99 Juta

Harga Redmi Note 17 di Indonesia mulai Rp3,99 juta. Simak daftar harga varian 4G dan 5G, perbedaan spesifikasi, dan ketentuan