Bacotan Online – Vivo X500 Pro Max resmi diperkenalkan di China pada 21 September 2026 sebagai model teratas keluarga X500. Perangkat ini membawa Dimensity 9600 Pro, kamera telefoto 200 MP, layar 6,85 inci, dan baterai tipikal 8.000 mAh. Penjualan terbuka di China dijadwalkan mulai 24 September 2026.
Untuk Indonesia, indikasinya sudah lebih konkret daripada rumor produk. Nomor model V2610 tercatat di basis data TKDN Kementerian Perindustrian dan e-Sertifikasi DJID Komdigi. Namun, sertifikasi bukan pengumuman peluncuran. Hingga 23 September 2026, Vivo Indonesia belum mengumumkan tanggal, varian, ataupun harga jual resminya.
Harga Vivo X500 Pro Max di China
Berdasarkan halaman spesifikasi resmi Vivo China, harga eceran yang disarankan per September 2026 dimulai dari 6.999 yuan untuk 12 GB/256 GB. Varian 12 GB/512 GB dihargai 7.999 yuan, sedangkan 16 GB/512 GB dibanderol 8.499 yuan.
Versi 1 TB dengan komunikasi satelit dipatok 8.999 yuan untuk RAM 12 GB dan 9.499 yuan untuk RAM 16 GB. Creator Kit 16 GB/1 TB menjadi opsi termahal pada 12.999 yuan. Semua angka itu adalah harga pasar China per 23 September 2026, bukan bocoran harga Indonesia dan belum memasukkan perbedaan pajak, kanal distribusi, serta paket garansi lokal.
Spesifikasi resmi versi China
Vivo memasang panel AMOLED 6,85 inci beresolusi 3.168 x 1.440 piksel dengan refresh rate adaptif 1–144 Hz. Dimensity 9600 Pro 2 nm dipadukan dengan RAM LPDDR5X Ultra 12 GB atau 16 GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1 TB. Sistem operasi yang dicantumkan adalah OriginOS 7 berbasis Android 17.
Konfigurasi kamera belakangnya terdiri dari kamera utama ZEISS 50 MP dengan OIS, telefoto periskop ZEISS APO 200 MP dengan OIS dan zoom optik 3,5 kali, serta ultrawide 50 MP. Kamera depan beresolusi 50 MP. Vivo menyebut perekaman mencapai 8K, sementara Android Authority mencatat dukungan 4K 240 fps dan format 17EV TrueDynamic Log sebagai fokus untuk kreator video.
Baterainya berkapasitas tipikal 8.000 mAh atau 7.800 mAh rated, dengan pengisian kabel maksimum 90W dan nirkabel 40W. Bobotnya 225–229 gram tergantung warna, jadi ini bukan ponsel ringan. Situs resmi China juga mencantumkan USB 3.2, Wi-Fi 7, NFC, sensor sidik jari ultrasonik, dan zoom digital hingga 100 kali.
Apa bukti menuju Indonesia?
Pencarian pada basis data TKDN Kemenperin menampilkan V2610 atas nama PT Vivo Mobile Indonesia dengan nilai TKDN 40,33 persen. Perangkat itu dicatat sebagai telepon seluler 5G merek Vivo.
Bukti yang menghubungkan kode tersebut ke nama produknya datang dari e-Sertifikasi DJID Komdigi. Entri nomor 126049/DJID/2026, terbit 2 September 2026, mencantumkan PT Vivo Mobile Indonesia sebagai pemohon, model V2610, dan nama pemasaran “X500 Pro Max”. Negara pembuatannya tercatat China.
Dua catatan regulator ini menunjukkan perangkat telah melewati tahapan kepatuhan penting, tetapi tidak menetapkan kapan barang dijual. Pernyataan Vivo Indonesia kepada detikINET juga baru meminta konsumen menunggu informasi pada waktu yang tepat. Karena itu, status yang akurat adalah berindikasi kuat disiapkan untuk Indonesia, bukan sudah pasti diluncurkan pada tanggal tertentu.
Catatan penting: kode modelnya berbeda
Halaman Vivo China mencantumkan kode V2602A/V2602DA, sedangkan sertifikasi Indonesia menggunakan V2610. Perbedaan ini mengisyaratkan varian regional. Spesifikasi China berguna sebagai acuan, tetapi konfigurasi memori, pita jaringan, fitur satelit, perangkat lunak, dan isi kotak versi Indonesia masih bisa berbeda.
Itu juga alasan pembeli sebaiknya tidak menganggap harga yuan dapat langsung dikonversi menjadi harga rupiah. Kasus perangkat impor punya komponen biaya dan administrasi sendiri; panduan Bacotan tentang pajak ponsel dari luar negeri dan pendaftaran IMEI menjelaskan jenis biaya yang perlu diperhitungkan.
Siapa yang cocok menunggunya?
X500 Pro Max paling relevan untuk kreator foto-video yang benar-benar memanfaatkan telefoto panjang, Log video, penyimpanan cepat, dan transfer USB 3.2. Baterai besar juga menarik untuk produksi lapangan. Sebaliknya, pengguna yang memprioritaskan bodi ringan atau sekadar kamera untuk media sosial mungkin membayar mahal untuk kemampuan yang jarang dipakai.
Calon pembeli di Indonesia sebaiknya menunggu pengumuman lokal sebelum membandingkan value. Harga resmi, jaminan pembaruan perangkat lunak, layanan purnajual, bonus peluncuran, dan detail kamera pada unit V2610 belum dipublikasikan. Sebagai konteks belanja, pembaca juga dapat melihat contoh pemetaan harga dan varian ponsel resmi Indonesia serta cara membaca status TKDN flagship lain.
Risiko membeli unit China lebih awal
Unit China yang dibeli sebelum versi lokal hadir membawa beberapa risiko praktis: garansi Indonesia belum tentu berlaku, OriginOS China dapat memiliki layanan bawaan berbeda, fitur komunikasi satelit 1 TB bergantung operator China, dan kompatibilitas jaringan harus dicek per kode model. Registrasi IMEI serta pungutan impor juga menjadi tanggung jawab pembeli bila perangkat dibawa dari luar negeri.
Kesimpulannya, V2610 sudah memiliki jejak regulator yang valid dan secara eksplisit dipetakan sebagai Vivo X500 Pro Max. Sinyal masuk Indonesia kuat, tetapi keputusan paling aman adalah menunggu Vivo Indonesia mengumumkan harga, spesifikasi V2610, tanggal penjualan, dan cakupan garansi. Sampai itu terjadi, spesifikasi dan harga di atas harus dibaca sebagai data versi China, bukan janji produk lokal.

