Teknologi & AI

Automattic Reshuffle Dewan Direksi Usai Kudeta 33 Jam Gagal Gulingkan Matt Mullenweg

Kantor Automattic tempat drama korporat berlangsung

Upaya Penggulingan CEO WordPress Berakhir dengan Konsolidasi Kekuasaan Pendiri

Bacotan Online – Matt Mullenweg, pendiri dan CEO Automattic — induk perusahaan dari WordPress.com, Tumblr, dan WooCommerce — baru saja menutup salah satu drama korporat paling intens di dunia teknologi 2026. Hanya tiga pekan setelah dewan direksi sebelumnya berusaha menyingkirkannya melalui cuti berbayar paksa, Mullenweg kini mengumumkan susunan dewan direksi baru yang sepenuhnya berada di bawah kendalinya. Langkah ini secara efektif mengubur upaya kudeta internal yang hanya bertahan 33 jam.

Pengumuman disampaikan lewat kanal Slack internal Automattic pada Jumat, 25 September 2026. Dalam memo tersebut, Mullenweg menegaskan posisinya sebagai CEO, Presiden, Bendahara, dan Sekretaris perusahaan berdasarkan hukum korporasi Delaware. Tidak ada ambiguitas soal siapa yang memegang kendali penuh atas perusahaan bernilai lebih dari 7,5 miliar dolar AS ini.

Kronologi Kudeta yang Gagal: Dari Pemecatan Kilat ke Pembalikan 33 Jam

Akar persoalan bermula pada 9 September 2026 ketika tiga anggota dewan — Ann Dunwoody, Toni Schneider, dan Sue Decker — bersama Chief Financial Officer Mark Davies melakukan voting untuk menempatkan Mullenweg dalam status cuti berbayar. Mullenweg sendiri mengaku baru mengetahui rencana tersebut 50 menit sebelum rapat dewan berlangsung dan meminta waktu untuk berkonsultasi dengan penasihat hukum independen, namun permintaannya ditolak.

Davies kemudian mengambil alih sebagai interim CEO. Namun posisi tersebut tidak bertahan lama. Mullenweg memanfaatkan kendali supermajority voting — ia menguasai 84 persen voting rights berkat struktur dual-class shares — untuk membalikkan keputusan dewan. Dalam tempo 33 jam, ia kembali memegang jabatan CEO dan memberhentikan atau menerima pengunduran diri dari seluruh direksi yang terlibat dalam upaya penggulingan tersebut.

Peristiwa ini oleh Mullenweg sendiri disebut sebagai “upaya kudeta” melalui akun pribadinya di platform X. Sementara itu, seorang pengamat industri menyebutnya sebagai demonstrasi paling gamblang tentang mengapa struktur founder-controlled voting menjadi pedang bermata dua di perusahaan teknologi.

Wajah Baru Dewan: Penulis Fiksi Ilmiah hingga Co-Founder Aplikasi Bermasalah

Komposisi dewan baru Automattic mencerminkan preferensi Mullenweg untuk mengisi kursi direksi dengan sekutu personal, bukan eksekutif korporat konvensional. Menurut laporan TechCrunch, empat nama yang kini duduk di dewan direksi adalah:

  • Hugh Howey — penulis best-seller seri novel Silo yang diadaptasi menjadi serial Apple TV+. Mullenweg dan Howey diketahui pernah bersama-sama mendaki jalur Camino de Santiago di Spanyol pada 2018.
  • Amy Chan — penulis buku Breakup Bootcamp yang belakangan aktif mempromosikan produk Automattic di media sosial.
  • Henry Khatachryan — co-founder aplikasi sosial IRL, yang dideskripsikan Mullenweg sebagai “seorang pendiri dan pembangun.”
  • Krutal Desai — juga co-founder IRL bersama Khatachryan.

Kehadiran dua co-founder IRL di dewan Automattic langsung menimbulkan pertanyaan. Aplikasi IRL ditutup setelah investigasi mengungkap bahwa hampir seluruh basis penggunanya terdiri dari bot, bukan pengguna manusia sungguhan. Co-founder IRL kemudian terlibat dalam gugatan hukum dengan SoftBank setelah investor raksasa Jepang tersebut lebih dulu menuntut atas tuduhan securities fraud. Pilihan ini mengindikasikan Mullenweg lebih mengutamakan loyalitas personal ketimbang rekam jejak profesional dalam menyusun dewan pengawas.

Konteks Penting: Badai Hukum WordPress dan Krisis Tata Kelola

Drama dewan direksi ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Automattic tengah menghadapi sejumlah tekanan besar secara simultan. Pertama, gugatan hukum dengan WP Engine — penyedia hosting WordPress terkemuka — yang telah bergulir sejak Oktober 2024. Mullenweg secara publik menuntut WP Engine membayar royalti delapan persen dari pendapatan kotor bulanan untuk penggunaan merek WordPress. WP Engine membalas dengan gugatan balik atas tuduhan defamation dan abuse of power.

Kedua, Mullenweg pernah mengancam akan menonaktifkan akun beberapa kontributor WordPress.org yang mengumumkan rencana mem-fork codebase WordPress open-source. Langkah ini memicu kritik keras dari komunitas open-source yang menilai tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip dasar open-source software. Konteks ini penting karena menjelaskan mengapa sebagian anggota dewan merasa perlu mengambil langkah drastis terhadap sang pendiri.

Menariknya, pemisahan antara Automattic sebagai entitas komersial dan WordPress.org sebagai proyek open-source menjadi krusial di sini. Mary Hubbard, Direktur Eksekutif WordPress.org, mengklarifikasi bahwa kepemimpinan Mullenweg dalam proyek komunitas tidak terpengaruh oleh pergolakan di sisi korporat. Ini menegaskan bahwa WordPress sebagai platform — yang menguasai lebih dari 43 persen seluruh situs web di internet menurut data W3Techs — tetap berjalan normal meski induk perusahaan komersialnya mengalami gejolak tata kelola serius.

Pola Berulang di Silicon Valley: Kekuasaan Pendiri vs Akuntabilitas Korporat

Apa yang terjadi di Automattic bukan fenomena baru. Struktur dual-class shares yang memberikan pendiri kendali supermajority voting merupakan pola umum di perusahaan teknologi. Mark Zuckerberg mengendalikan Meta lewat mekanisme serupa. Begitu pula Larry Ellison di Oracle, yang baru-baru ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh pendiri dalam mengarahkan strategi perusahaan teknologi bernilai ratusan miliar dolar.

Bedanya, Automattic masih berstatus perusahaan privat. Dengan valuasi terakhir di atas 7,5 miliar dolar AS — naik signifikan dari putaran pendanaan 300 juta dolar pada valuasi 3 miliar dolar di tahun-tahun sebelumnya — investor besar tidak memiliki opsi untuk menjual saham di pasar publik jika tidak setuju dengan arah kepemimpinan. Kondisi ini menciptakan tekanan unik: pemegang saham yang tidak puas secara praktis “terjebak” bersama keputusan sang pendiri.

Kegagalan kudeta Automattic juga menggarisbawahi tiga faktor penentu yang relevan bagi ekosistem teknologi lebih luas. Pertama, tidak adanya kandidat pengganti yang kredibel membuat upaya penggulingan kehilangan momentum di saat kritis. Kedua, komunitas WordPress — termasuk pengembang plugin dan agensi web — secara terbuka mendukung Mullenweg, memperlihatkan bahwa legitimasi pendiri di komunitas open-source kadang lebih kuat dari kekuatan modal ventura. Ketiga, staf Tumblr — salah satu aset terbesar Automattic selain WordPress — juga menolak pergantian kepemimpinan lewat petisi internal.

Apa Artinya Bagi Pengguna WordPress dan Ekosistem Web

Bagi jutaan pengguna WordPress dan WooCommerce di seluruh dunia, konsolidasi kekuasaan Mullenweg mengirimkan sinyal ganda. Di satu sisi, kontinuitas kepemimpinan berarti tidak ada disrupsi operasional pada produk-produk inti Automattic. Mullenweg sendiri menjanjikan fokus pada investasi di Tumblr dan pengembangan AI site builder bernama Spacefast — produk yang ia gaungkan sebagai masa depan pembuatan situs web.

Di sisi lain, absennya mekanisme independent oversight yang efektif menimbulkan kekhawatiran jangka panjang. Dewan direksi baru yang diisi oleh kenalan personal — termasuk dua individu dari perusahaan yang ditutup karena skandal bot — sulit dipandang sebagai oversight body yang akan menantang keputusan CEO secara kritis. Dalam konteks gugatan WP Engine dan ketegangan komunitas WordPress.org yang belum terselesaikan, absennya independent voice di ruang dewan bisa memperparah konflik yang sudah berlarut.

Saga Automattic menjadi pengingat bahwa di balik platform teknologi yang dipakai ratusan juta situs web, terdapat dinamika kekuasaan korporat yang sangat manusiawi. Struktur corporate governance — bukan sekadar kode program — pada akhirnya menentukan arah masa depan produk yang digunakan hampir separuh internet global.

Kang Bakso

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

data center AI Meta bakteri
Teknologi & AI

Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Data center yang terkait Meta diduga mencemari saluran air Cheyenne dengan bakteri langka. Pemerintah kota memperketat pembuangan limbah fasilitas.
sungai tertua di dunia Finke
Teknologi & AI

Sungai Tertua di Dunia Diduga Sudah Ada Sebelum Pangaea

Finke River di Australia diduga berusia 300–400 juta tahun dan sudah mengalir sebelum Pangaea. Simak bukti geologi dan cara usianya