Bacotanonline

Type and hit Enter to search

  • Home
  • Bisnis & Finansial
  • Teknologi & AI
  • Gadget & Sains Terapan
  • Sport
Grafik pergerakan harga Ethereum dan arus likuiditas aset kripto global di bursa terpusat
Bisnis & Finansial

Penarikan 169.770 Ethereum dari Bursa Terbesar 4 Bulan: Pasokan Menipis di Tengah Arus Keluar ETF US$1,18 Miliar

Siti Rahma
25 October 2026 4 Mins Read
16 Views
0 Comments

Bacotan Online – Sebanyak 169.770 koin Ethereum (ETH) senilai lebih dari US$403 juta ditarik keluar dari bursa-bursa kripto terpusat global dalam kurun waktu 24 jam terakhir, mencatatkan lonjakan arus keluar bersih (net exchange outflow) terbesar dalam lebih dari empat bulan terakhir menurut data telemetri on-chain Santiment pada Minggu (25/10/2026). Pengetatan pasokan likuiditas di meja perdagangan ini menghadirkan anomali pasar yang tajam, mengingat pada saat yang bersamaan instrumen exchange-traded fund (ETF) Spot Ethereum di pasar modal Amerika Serikat justru mengalami eksodus modal institusional masif hingga menembus US$1,18 miliar sepanjang bulan Oktober. Ketegangan likuiditas antara akumulasi dompet dingin (cold storage) dan kehati-hatian investor institusi ini menempatkan pergerakan harga ETH pada persimpangan volatilitas tinggi di batas psikologis US$2.400.

Keluarnya ratusan ribu koin dari bursa terpusat secara historis menjadi sinyal berkurangnya tekanan jual likuid di pasar terbuka, di mana para pemilik aset memindahkan simpanan mereka ke kustodian mandiri untuk staking validator atau penyimpanan jangka panjang. Santiment mencatat bahwa lonjakan penarikan bersih sebesar 169.770 ETH ini merupakan volume penarikan harian terbesar kedua di tahun 2026, mendekati rekor penarikan 223.800 ETH yang terjadi pada 5 Juni lalu. Kala itu, gelombang penarikan serupa menandai titik terendah lokal (local bottom) harga Ethereum sebelum aset kontrak pintar tersebut membukukan reli pemulihan agresif ke level yang lebih tinggi. Kendati demikian, struktur likuiditas makro saat ini menghadapi resistensi yang jauh lebih kompleks akibat pergeseran kebijakan moneter global dan dinamika regulasi fiskal dan perpajakan aset kripto di berbagai yurisdiksi yang membuat manajer portofolio bersikap defensif.

Divergensi Arus On-Chain Santiment dan Tekanan Eksodus US$1,18 Miliar Dana Institusi Wall Street

Perbedaan tajam antara data on-chain bursa ritel dan arus masuk modal institusional menjadi narasi utama yang membayangi pergerakan pasar. Berdasarkan laporan analitik institusional SoSoValue, produk ETF Spot Ethereum yang diperdagangkan di bursa saham Wall Street mencatat penarikan bersih (net outflows) pada 14 dari 16 hari bursa aktif sepanjang bulan Oktober 2026. Eksodus akumulatif sebesar US$1,18 miliar tersebut secara bertahap menggerus total aktiva bersih (net assets under management) seluruh pengelola dana ETF ETH hingga tersisa US$14,57 miliar, titik valuasi terendah sejak 21 Agustus. Gelombang penjualan institusional ini utamanya dipicu oleh penyesuaian bobot portofolio akhir kuartal dan aksi ambil untung dari entitas pengelola dana lindung nilai.

Sikap apatis dari pembeli institusi berakar pada ketidakpastian suku bunga perbankan sentral dan persaingan yield dari obligasi jangka pendek pemerintah Amerika Serikat. Tanpa adanya fitur imbal hasil staking yang disetujui regulator pada instrumen ETF terdaftar, investor korporat melihat biaya peluang (opportunity cost) memegang produk turunan Ethereum relatif tinggi dibandingkan instrumen pasar uang berisiko rendah. Akibatnya, setiap upaya pemulihan harga yang dipicu oleh berkurangnya pasokan di bursa spot internasional langsung berhadapan dengan dinding likuidasi dari penebusan unit penyertaan ETF di bursa New York pada jam perdagangan Amerika Utara.

Divergensi ini menciptakan fragmentasi likuiditas yang nyata. Di satu sisi, investor ritel dan paus on-chain (crypto whales) memanfaatkan fase konsolidasi saat ini untuk mengamankan kepemilikan fisik ETH mereka di luar bursa demi menghindari risiko kepatuhan pihak ketiga. Namun di sisi lain, absennya injeksi modal baru dari gerbang institusional menyebabkan pasar kekurangan daya dorong volume beli yang memadai untuk menembus level resistensi psikologis US$2.500.

Ambruknya Indeks Premium Coinbase dan Pertahanan Garis Support US$2.300

Konfirmasi mengenai melemahnya minat beli investor kawasan Amerika Serikat tercermin jelas pada indikator teknis Coinbase Premium Index yang dirilis CryptoQuant. Indeks yang mengukur selisih persentase harga perdagangan ETH di bursa Coinbase Pro berbasis dolar AS terhadap bursa Binance berbasis stablecoin USDT tersebut terus merosot hingga menyentuh angka -0,134. Nilai negatif yang berkepanjangan sepanjang bulan Oktober ini menandakan bahwa tekanan jual di pasar spot Amerika Serikat jauh lebih mendalam dibandingkan dinamika perdagangan di wilayah Eropa dan Asia Pasifik.

Selain lesunya selera risiko di platform Coinbase, kapasitas daya beli bursa secara menyeluruh juga terancam oleh pengeringan cadangan stablecoin. Laporan sirkulasi modal menunjukkan bahwa cadangan USDT dan USDC di seluruh bursa terpusat telah menyusut secara konsisten sejak April 2026. Pengurangan likuiditas kas digital (dry powder) ini membatasi kapasitas pasar untuk menyerap tekanan jual mendadak, sehingga setiap koreksi harga memerlukan waktu stabilisasi yang lebih lama. Pada penutupan sesi perdagangan akhir pekan, ETH diperdagangkan di kisaran US$2.377,29 setelah terkoreksi 1,03 persen dalam 24 jam terakhir.

Para analis pasar modal kini mengawasi dengan cermat garis pertahanan harga. Santiment menetapkan level US$2.400 sebagai poros langsung pembalikan tren jangka pendek. Penembusan kembali dan penutupan harian di atas US$2.500 dipandang sebagai konfirmasi teknikal bahwa pola arus keluar bursa berhasil membentuk titik balik pasokan. Sebaliknya, analis pasar kripto senior Michaël van de Poppe memproyeksikan potensi pengujian ulang area likuiditas di bawah level support US$2.330, di mana akumulasi agresif diperkirakan akan terjadi di sekitar batas psikologis US$2.300 sebelum formasi pola pembalikan arah inverse head-and-shoulders pada grafik mingguan dapat terwujud sepenuhnya.

Pertanyaan yang Kerap Diajukan (FAQ) Seputar Dinamika Likuiditas Ethereum

1. Apa dampak dari keluarnya 169.770 koin Ethereum dari bursa terpusat terhadap harga pasar?
Penarikan koin dalam jumlah besar ke dompet mandiri (cold storage) secara teknis mengurangi pasokan likuid yang tersedia untuk diperjualbelikan di bursa. Dalam mekanisme penawaran dan permintaan, penurunan pasokan yang beredar dapat menciptakan guncangan pasokan (supply shock) yang mendorong penguatan harga, dengan catatan permintaan beli dari pasar spot tetap stabil atau meningkat.

2. Mengapa ETF Spot Ethereum di Amerika Serikat terus mencatat arus modal keluar (outflow) sebesar US$1,18 miliar?
Eksodus modal dari ETF Spot Ethereum dipicu oleh ketidakpastian makroekonomi, tingginya suku bunga obligasi pemerintah AS yang menawarkan yield bebas risiko, serta ketiadaan fitur imbal hasil staking pada ETF terdaftar. Faktor-faktor ini mendorong manajer investasi institusional melakukan diversifikasi portofolio dan realisasi likuiditas jangka pendek menjelang akhir tahun.

3. Apa arti dari angka negatif pada Coinbase Premium Index bagi tren pergerakan Ethereum?
Angka negatif pada Coinbase Premium Index (-0,134) menunjukkan bahwa harga perdagangan Ethereum di bursa Coinbase (yang didominasi institusi dan ritel AS) lebih murah dibandingkan bursa global Binance. Ini merupakan indikator kuat bahwa tekanan jual di pasar Amerika Serikat lebih dominan dan selera akumulasi modal dari investor institusi domestik AS masih berada dalam fase defensif.

Share Article

Follow Me Written By

Siti Rahma

Reporter desk ekonomi digital dengan spesialisasi peliputan ekosistem pembayaran nontunai, regulasi perbankan digital, infrastruktur fintech, serta integrasi teknologi blockchain pada sektor korporasi komersial.

Other Articles

Stadion Stamford Bridge kandang Chelsea FC di London barat saat menggelar laga Premier League
Previous

Tottenham Bungkam Chelsea 2-0 di Stamford Bridge: Kartu Merah Cole Palmer Genapkan Rekor 100 Usiran The Blues

Gedung fasilitas riset Microsoft Corporation di Redmond Washington tempat pengembangan framework Agensh
Next

Microsoft Rilis Framework Agensh: Sistem Multi-Agen Terdesentralisasi Mampu Koordinasikan 1.024 Bot Coding

Next
Gedung fasilitas riset Microsoft Corporation di Redmond Washington tempat pengembangan framework Agensh
25 October 2026

Microsoft Rilis Framework Agensh: Sistem Multi-Agen Terdesentralisasi Mampu Koordinasikan 1.024 Bot Coding

Previous
25 October 2026

Tottenham Bungkam Chelsea 2-0 di Stamford Bridge: Kartu Merah Cole Palmer Genapkan Rekor 100 Usiran The Blues

Stadion Stamford Bridge kandang Chelsea FC di London barat saat menggelar laga Premier League

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bacotan Online

Bacotan Online adalah portal media informasi dan riset independen yang menyajikan jurnalisme berbasis fakta lapangan, transparansi peliputan, dan analisis kritis mendalam pada sektor Bisnis & Finansial, Teknologi & AI, Gadget & Sains Terapan, serta Sport.

Surel Redaksi: [email protected]

Kategori Berita

  • Bisnis & Finansial
  • Teknologi & AI
  • Gadget & Sains Terapan
  • Sport

Informasi & Legalitas

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan

© 2026 Bacotan Online. All Rights Reserved.

  • Home
  • Bisnis & Finansial
  • Teknologi & AI
  • Gadget & Sains Terapan
  • Sport