Apple Maps tidak lagi cuma menunjukkan alamat, rute, dan tempat makan. Pada 22 September 2026, sebuah koleksi baru bernama Hidden Histories terpantau hadir di fitur Guides. Koleksi ini menautkan lokasi fisik di lima kota Amerika Serikat dengan episode podcast yang membahas sejarah, arsitektur, atau orang-orang di balik tempat tersebut.
Integrasi ini mencakup San Francisco, Los Angeles, New York City, Chicago, serta Washington, D.C. Penelusuran Bacotan terhadap kelima panduan resmi Apple Podcasts di Apple Maps menemukan total 48 lokasi: masing-masing 10 di New York, San Francisco, dan Chicago, serta masing-masing sembilan di Los Angeles dan Washington, D.C.
Bukan satu podcast baru, melainkan kurasi lintas acara
Nama Hidden Histories mudah disalahartikan sebagai satu program audio baru buatan Apple. Kenyataannya, ini adalah kumpulan episode dari berbagai podcast yang ditempelkan ke pin tempat terkait. Di New York, misalnya, Times Square terhubung dengan laporan Katie Thornton untuk 99% Invisible, Central Park dengan episode American History Hit, sedangkan Charging Bull dengan Search Engine.
Contohnya juga tidak berhenti pada landmark paling populer. Panduan San Francisco memuat Octagon House, Sutro Baths, Wave Organ, Alcatraz, dan Farallon Islands. Los Angeles menyertakan Hollywood Walk of Fame, Rodeo Drive, serta Angels Flight. Di Chicago ada kisah rekayasa Chicago River, sementara panduan Washington mengangkat bak mandi abad ke-19 di kompleks Capitol dan sejarah bangunan Smithsonian.
Artinya, nilai koleksi ini bukan sekadar daftar objek wisata. Apple menggabungkan lokasi, ringkasan konteks, dan audio berdurasi panjang dalam satu titik awal. Pengguna dapat memilih cerita berdasarkan tempat yang sedang dilihat, bukan harus lebih dulu mengetahui judul acara atau nama pembawa podcast.
Cara membuka Apple Maps Hidden Histories
Menurut laporan independen Engadget dan AppleInsider, pengguna dapat menemukan koleksinya lewat Guides atau mencari “Apple Podcasts” di Maps. Alur praktisnya seperti ini:
- Buka Maps dan cari Apple Podcasts, atau buka bagian Guides.
- Pilih Hidden Histories, lalu pilih salah satu dari lima panduan kota.
- Ketuk pin tempat untuk membaca pengantar singkat.
- Ketuk Find out more atau tombol Website untuk membuka episode di Apple Podcasts.
- Gunakan Add to Guides bila ingin menyimpan panduan dan membukanya lagi nanti.
Langkah menyimpan dan membagikan itu sesuai dengan dokumentasi resmi Apple untuk Maps Guides. Apple juga menyebut panduan dapat diperbarui otomatis ketika tempat baru ditambahkan. Jadi, angka 48 merupakan hasil pemeriksaan pada 23 September 2026, bukan janji bahwa jumlahnya akan selalu tetap.
Geografi peluncuran perlu dibaca dengan tepat
Lima kota tadi adalah cakupan lokasi yang dikurasi, bukan bukti bahwa akses pengguna dibatasi hanya untuk orang yang berada di Amerika Serikat. Halaman panduannya dapat dibuka melalui Apple Maps versi web saat artikel ini diperiksa. Namun, Apple belum menerbitkan daftar negara, bahasa, versi iOS minimum, atau jadwal ekspansi kota untuk Hidden Histories.
Karena itu, belum ada dasar untuk menyebut fitur ini sudah tersedia secara global dengan pengalaman yang identik. Katalog Apple Podcasts dan tombol pembuka episode dapat berbeda menurut wilayah atau pengaturan akun. Pengguna Indonesia bisa mencoba tautan panduan web atau pencarian di aplikasi Maps, tetapi ketersediaan setiap episode sebaiknya diperiksa langsung pada perangkat dan akun masing-masing.
Apa yang bisa dan belum bisa dilakukan?
Hidden Histories memakai infrastruktur Guides yang sudah ada; Apple tidak mengumumkan format podcast atau mode tur baru. Integrasinya berguna untuk menemukan, menyimpan, dan membagikan kumpulan tempat, lalu berpindah ke episode yang relevan. Ini juga memberi kreator audio jalur penemuan berbasis konteks: cerita tentang sebuah jembatan dapat muncul ketika orang sedang menelusuri jembatan tersebut di peta.
Namun, penyebutannya sebagai integrasi perlu diberi batas. Halaman resmi meminta pengguna menekan tombol Website atau Find out more untuk memutar episode di Apple Podcasts. Jadi, audio tidak diputar sebagai narasi turn-by-turn di dalam Maps. Tidak ada pula keterangan resmi mengenai pemicu otomatis saat pengguna mendekati landmark, unduhan satu paket untuk tur offline, transkrip di peta, dukungan Android, atau ekspansi ke kota di luar AS.
Bagi pelancong, cara pakai paling masuk akal adalah memilih kota sebelum berangkat, menyimpan panduannya, kemudian mengunduh episode yang diminati melalui Apple Podcasts bila tersedia. Maps berfungsi sebagai indeks spasial, sedangkan aplikasi Podcasts tetap menjadi tempat mendengarkan. Pemisahan ini juga berarti menyimpan Guide belum tentu mengunduh audionya.
Eksperimen kecil dengan dampak yang lebih luas
Hidden Histories belum mengubah Apple Maps menjadi pemandu wisata audio penuh. Meski begitu, koleksi ini menunjukkan arah yang menarik: peta dapat menjadi mesin penemuan konten berdasarkan tempat, bukan hanya mesin pencari rute. Dibanding daftar rekomendasi restoran atau toko, episode podcast memberi ruang untuk menjelaskan mengapa suatu lokasi penting dan siapa yang tersisih dari versi sejarah populernya.
Untuk saat ini, manfaatnya paling terasa bagi pengguna yang merencanakan perjalanan ke lima kota tersebut atau ingin menjelajah secara virtual. Nilai sesungguhnya baru akan lebih besar jika Apple memperluas kota, memperjelas ketersediaan regional, dan mengurangi perpindahan antara Maps dan Podcasts. Sampai itu terjadi, Hidden Histories lebih tepat disebut lapisan kurasi audio di atas Guides—berguna, tetapi belum menjadi pengalaman tur otomatis.
Untuk pembaca yang mengikuti ekosistem Apple, Bacotan juga membahas OCR on-device untuk mencari teks dalam screenshot di Mac dan perkembangan iPhone 18 Pro Max di Indonesia.

