Bacotan Online – Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) menembakkan amunisi presisi (precision munition) ke sebuah kapal kargo komersial berbendera Panama di perairan Teluk Oman pada Sabtu (10/10/2026). Menurut pernyataan resmi CENTCOM, kapal tersebut mengabaikan peringatan berulang dari armada patroli koalisi dan berupaya menerobos blokade navigasi maritim terhadap pelabuhan Iran. Serangan ditujukan ke bagian buritan untuk mematikan sistem propulsi tanpa menimbulkan korban pada awak kapal.
Identifikasi M/V Ocean Molica dan Rentetan Pencegatan di Jalur Laut Iran
Kapal yang menjadi sasaran diidentifikasi sebagai M/V Ocean Molica, dikenal pula dengan nama lambung Arika Sun. Militer AS menyatakan kapal berukuran sedang itu sebelumnya bertolak dari salah satu pelabuhan aktif di pesisir Iran dan melintasi koridor laut regional tanpa mengindahkan instruksi pencegahan armada patroli koalisi.
Pencegatan ini menjadi bagian dari pengawasan maritim yang diperketat sejak 14 Juli lalu. Dalam kurun waktu tiga bulan pelaksanaan blokade, pasukan koalisi pimpinan AS dilaporkan telah melumpuhkan empat kapal komersial yang melanggar dan memutar balik arah lebih dari 130 kapal dagang lainnya. Operasi patroli gabungan juga menyasar jaringan logistik gelap pengangkut minyak mentah yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dinamika ini sejalan dengan meningkatnya ketegangan keamanan jalur kapal tanker di berbagai perairan internasional.
Klaim Serangan IRGC di Selat Hormuz dan Dampaknya bagi Pelayaran Global
Situasi di pintu masuk Teluk Persia bertambah rumit setelah IRGC mengklaim melancarkan serangan terhadap kapal pengangkut gas cair (LPG) bernama NV Sunshine di wilayah selatan Selat Hormuz. Pihak Teheran menuduh kapal komersial milik korporasi NatWit tersebut melintasi jalur laut tanpa izin resmi otoritas navigasi Iran, yang saat ini mengklaim pengawasan penuh atas selat strategis tersebut.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi adanya hantaman proyektil terhadap lambung kiri sebuah kapal tanker saat berlayar keluar dari perairan teluk. Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, meski kobaran api sempat menyala di dek kapal sebelum dipadamkan. Persaingan pencegatan antara kekuatan militer Barat dan Iran kini membuat armada perkapalan internasional menghadapi kenaikan premi asuransi perang serta potensi gangguan pasokan energi di koridor perdagangan yang menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar global.

