Bisnis & Finansial

Dana Kelolaan Jefferies Ungkap Dugaan Pemalsuan Dokumen US$ 900 Juta oleh Pedagang Bijih Besi Radiant

Kapal kargo curah pengangkut bijih besi bersandar di terminal pelabuhan ekspor komoditas

Bacotan Online – Dana investasi yang dikelola Jefferies Financial Group Inc. mengungkapkan bukti dugaan pemalsuan dokumen pembiayaan piutang (receivables financing) senilai hampir US$ 900 juta oleh pedagang bijih besi Radiant World dan Sapphire Minmetals. Fakta tersebut terungkap lewat afidavit pengadilan London dari kuasa hukum pengelola dana, Christopher Bushell, yang baru dibuka untuk publik pada akhir pekan ini.

Temuan ini memperluas skala skandal komoditas global yang sebelumnya telah menyeret sejumlah bank raksasa, termasuk Mizuho Financial Group Inc., Deutsche Bank AG, Intesa Sanpaolo SpA, hingga Incomlend Pte. Lembaga-lembaga keuangan tersebut dalam gugatan terpisah mengklaim kerugian sekitar US$ 500 juta akibat faktur palsu yang diterbitkan Radiant World, sehingga total nilai sengketa transaksi fiktif kini mendekati US$ 1,4 miliar.

Faktur Fiktif untuk 50 Transaksi dan Penyangkalan Glencore-Vitol

Gugatan yang diajukan unit Point Bonita Capital, LAM Trade Finance Group II LLC, menyebutkan bahwa Radiant World dan Sapphire Minmetals secara sistematis memalsukan dokumen hukum serta keuangan untuk sedikitnya 50 transaksi piutang. Lebih dari US$ 550 juta dari klaim pembiayaan tersebut mengatasnamakan piutang penjualan kargo kepada dua raksasa perdagangan komoditas dunia, Glencore Plc dan Vitol Group.

Dalam proses pembuktian, baik Glencore maupun Vitol secara resmi mengonfirmasi kepada pihak Jefferies bahwa dokumen penjualan serta faktur transaksi tersebut palsu. Kedua perusahaan menegaskan tidak memiliki kewajiban pembayaran apa pun kepada dana investasi bersangkutan. Menurut Bushell, manajemen Sapphire Minmetals dan Radiant World bahkan berupaya menghalangi pemberi pinjaman menghubungi langsung para pembeli kargo untuk memverifikasi keabsahan transaksi.

Pengadilan London Bekukan Aset US$ 499 Juta

Merespons bukti pemalsuan tersebut, Pengadilan Tinggi London mengabulkan perintah pembekuan aset global (worldwide freezing order) senilai US$ 499 juta terhadap aset Radiant World, Sapphire Minmetals, beserta pengendali mayoritasnya, Pinkesh Nahar dan Rakesh Sethi. Pengadilan juga mewajibkan perusahaan melaporkan setiap transaksi rekening bernilai di atas US$ 500.000 guna mencegah pengalihan dana selama proses hukum berlangsung.

Kasus ini menyoroti kerentanan dalam ekosistem trade finance global, di mana verifikasi faktur dan kargo komoditas lintas batas kerap menyisakan celah bagi pelaku pemalsuan. Preseden sengketa ini mendorong pengetatan protokol verifikasi dan pengawasan kepatuhan transaksi perbankan internasional, sekaligus memaksa institusi keuangan multinasional memperketat uji tuntas terhadap klaim piutang pedagang komoditas pihak ketiga.

Rian Hidayat

About Author

Analis pasar finansial dan ekonomi makro. Mengamati pergerakan pasar saham, aset kripto, aksi korporasi, dan kebijakan moneter internasional.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

British Columbia gugat OpenAI terkait penembakan sekolah Tumbler Ridge
Bisnis & Finansial

British Columbia Gugat OpenAI atas Penembakan Sekolah

British Columbia menggugat OpenAI terkait penembakan sekolah Tumbler Ridge, menyoroti kewajiban platform AI saat mendeteksi ancaman kekerasan.
IHSG turun 1,69 persen ke level 6.277
Bisnis & Finansial

IHSG Turun 1,69 Persen, Ditutup di Level 6.277

IHSG turun 1,69 persen dan ditutup di level 6.277. Tekanan meluas sejak pagi, dengan sektor energi serta saham bank besar