Teknologi & AI

Menkum dan Dewan Pers Usulkan Standardisasi Hak Cipta Jurnalistik di ASEAN

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dan Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat dalam forum hak cipta jurnalistik ASEAN di Bali

Bacotan Online – Menteri Hukum Supratman Andi Agtas bersama Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mendorong perlindungan hak cipta karya jurnalistik di tengah ekspansi platform teknologi serta kecerdasan buatan (artificial intelligence). Dalam pertemuan ASEAN Forum on the Protection of Journalistic Works in the Copyright Regime in the Digital Era di Badung, Bali, delegasi Indonesia mengajukan standardisasi tata kelola hak cipta pers lintas batas negara agar pengelola media memperoleh pembagian nilai ekonomi yang adil.

Pertemuan yang diselenggarakan pada 9 hingga 11 Oktober 2026 ini menghadirkan 45 perwakilan dewan pers, organisasi wartawan, akademisi, dan praktisi hukum kekayaan intelektual se-Asia Tenggara. Pemerintah menekankan bahwa lalu lintas informasi digital telah melampaui batas wilayah administratif, sehingga konten jurnalistik berisiko diserap agregator komersial tanpa mekanisme kompensasi hak cipta yang jelas.

Tiga Instrumen Kerja Sama dan Pengaturan Lisensi Model AI

Guna mengatasi ketimpangan tersebut, Supratman Andi Agtas menguraikan tiga instrumen kerja sama regional. Kerangka kerja sama ini mencakup keterbukaan pemanfaatan karya oleh platform digital, perumusan skema remunerasi penerbit pers (publisher rights), serta penyelarasan sistem tata kelola hak cipta antaryurisdiksi negara anggota ASEAN.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar menegaskan bahwa regulasi hak cipta perlu mengantisipasi penggunaan arsip berita sebagai materi pelatihan model kecerdasan buatan generatif. Pemanfaatan data teks jurnalistik berskala luas kerap berjalan tanpa kompensasi materiil bagi redaksi yang membiayai proses peliputan. Pengakuan terhadap hak terkait (related rights) dinilai krusial untuk memperkuat posisi tawar industri media dalam negosiasi lisensi komersial.

Ketimpangan Nilai Ekonomi Digital dan Keberlanjutan Informasi Publik

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyoroti ketimpangan distribusi pendapatan antara penyedia platform dan pelaku industri jurnalisme. Perusahaan perantara teknologi menguasai perputaran lalu lintas audiens dan pendapatan iklan digital, sementara organisasi media yang menanggung biaya verifikasi informasi hanya menerima bagian kecil dari ekosistem monetisasi tersebut.

Komaruddin menekankan bahwa produk pers berfungsi sebagai barang publik (public good) yang menopang keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik. Kelemahan finansial ruang redaksi akibat monetisasi sepihak dikhawatirkan menurunkan kualitas informasi terverifikasi di masyarakat. Pembentukan kesepakatan tata kelola hak cipta di tingkat regional ASEAN diarahkan sebagai landasan mitigasi bersama untuk menjaga keberlanjutan operasional media massa.

Dimas Pratama

About Author

Jurnalis teknologi dan pemerhati gadget konsumer. Mengulas perkembangan kecerdasan buatan, sistem operasi, dan dinamika industri peranti keras global.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

data center AI Meta bakteri
Teknologi & AI

Temuan Bakteri di Air Bilasan Data Center Meta Picu Evaluasi Limbah Industri di Wyoming

Data center yang terkait Meta diduga mencemari saluran air Cheyenne dengan bakteri langka. Pemerintah kota memperketat pembuangan limbah fasilitas.
sungai tertua di dunia Finke
Teknologi & AI

Menelusuri Usia Sungai Finke di Australia: Jalur Air Purba yang Bertahan Ratusan Juta Tahun

Finke River di Australia diduga berusia 300–400 juta tahun dan sudah mengalir sebelum Pangaea. Simak bukti geologi dan cara usianya