Bisnis & Finansial

Konsumsi Avtur di Bandara Lombok Melonjak 48 Persen Jelang MotoGP Mandalika: Pertamina Amankan Cadangan 27 Hari

Aksi pembalap MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Lombok Nusa Tenggara Barat

Bacotan Online – Penyelenggaraan ajang balap motor kelas dunia Pertamina Grand Prix of Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, memicu lonjakan signifikan pada konsumsi bahan bakar penerbangan. PT Pertamina Patra Niaga melalui unit operasional Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok (BIL) mencatat kenaikan permintaan avtur hingga 48 persen dibandingkan rata-rata kebutuhan harian normal. Lonjakan ini didorong oleh padatnya jadwal penerbangan pesawat kargo logistik berbadan lebar serta arus penambahan frekuensi penerbangan komersial penumpang.

Kebutuhan avtur di kawasan Lombok yang biasanya berada di kisaran 80 kiloliter (KL) per hari kini melonjak drastis menyentuh angka 120 KL per hari sepanjang periode persiapan dan pelaksanaan kejuaraan. Manajemen Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa seluruh sarana, prasarana, dan pasokan avtur di terminal bahan bakar bandara berada dalam status aman terkendali dengan ketahanan stok yang mencapai hampir satu bulan tanpa pasokan tambahan.

Dinamika Logistik Aviasi dan Penerbangan Kargo Internasional

Peningkatan tajam kebutuhan bahan bakar pesawat ini terkonsentrasi pada rentang tanggal 5 hingga 15 Oktober 2026. Periode tersebut merupakan fase krusial pergerakan logistik global, mulai dari kedatangan kargo tim balap (incoming cargo) hingga proses pemulangan peralatan (outgoing cargo) pascaperlombaan. Kebutuhan logistik balap motor internasional membutuhkan dukungan armada pesawat berkapasitas besar yang membutuhkan volume bahan bakar masif untuk rute jarak jauh.

Aktivitas penerbangan kargo carter internasional menjadi penopang utama peningkatan volume avtur. Maskapai kargo global seperti Qatar Airways mengerahkan setidaknya lima pesawat berbadan lebar (wide body) untuk mengangkut motor, suku cadang, dan perlengkapan teknis tim dari Bandara Narita, Jepang, langsung menuju Lombok. Selain lima armada kargo tersebut, tiga pesawat wide body tambahan dikerahkan khusus untuk mengangkut ratusan kru, mekanik, teknisi, dan ofisial tim balap internasional.

Pergerakan armada penerbangan carter antarbenua ini memerlukan keandalan infrastruktur pengisian bahan bakar berkecepatan tinggi. Fasilitas hydrant dispenser dan unit truk refueller di apron Bandara Internasional Lombok dioperasikan secara penuh guna menjamin proses pengisian berjalan presisi sesuai jendela waktu (slot time) penerbangan internasional yang sangat ketat.

Ketahanan Stok 27 Hari: Mengantisipasi Lonjakan Tanpa Gangguan

Guna mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina Patra Niaga menerapkan strategi pengamanan stok berlapis. Ketahanan pasokan avtur di fasilitas penyimpanan AFT Bandara Internasional Lombok dipatok pada kisaran 25 hingga 27 hari, dihitung berdasarkan estimasi tingkat konsumsi puncak selama gelaran berlangsung. Angka ketahanan ini melampaui batas aman operasional standar bandara regional yang umumnya berkisar antara 10 hingga 14 hari.

Ketahanan stok selama 27 hari tersebut menjamin operasional bandara tetap stabil bahkan jika terjadi kendala cuaca ekstrem pada jalur pengiriman tanker suplai dari kilang pengolahan. Infrastruktur penyimpanan dan jaringan pipa distribusi di AFT BIL memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung cadangan penyangga (buffer stock) dalam jumlah besar, memastikan bahwa operasional penerbangan reguler maupun penerbangan sewa tidak mengalami kekurangan bahan bakar.

Langkah pengamanan pasokan energi ini sejalan dengan upaya pemerintah dan operator transportasi dalam memperketat keandalan fasilitas publik nasional, sebagaimana pengawasan berkala yang juga diberlakukan pada sektor infrastruktur darat seperti standar pelayanan jalan tol nasional demi menjaga kelancaran konektivitas publik.

Lonjakan Penerbangan Tambahan dan Geliat Pariwisata NTB

Selain penerbangan kargo logistik, kontributor penting lain terhadap kenaikan konsumsi avtur adalah maraknya permohonan penerbangan ekstra (extra flight) dari sejumlah maskapai penerbangan nasional dan regional. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air Group, dan Indonesia AirAsia menambah frekuensi penerbangan menuju Lombok dari kota-kota penghubung utama, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Yogyakarta, guna mengangkut puluhan ribu penonton dan wisatawan.

Arus penumpang yang membludak menciptakan efek domino positif terhadap perekonomian lokal di Nusa Tenggara Barat. Tingkat keterisian hotel (occupancy rate) di kawasan Mandalika, Mataram, hingga Senggigi mencatatkan angka maksimal. Moda transportasi darat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner, serta penyedia jasa wisata menerima dampak perputaran uang yang signifikan selama sepekan penuh penyelenggaraan.

Kesiapan pasokan energi avtur menjadi fondasi vital yang menentukan kelancaran seluruh rantai nilai pariwisata olahraga (sport tourism). Kelancaran arus masuk dan keluar pesawat tanpa kendala keterlambatan pasokan bahan bakar mencerminkan profesionalisme tata kelola logistik nasional di mata federasi internasional FIM dan Dorna Sports.

Evaluasi Manajemen Rantai Pasok Energi Aviasi

Tingginya permintaan energi selama perhelatan berkala ini memberikan pelajaran penting mengenai fleksibilitas manajemen rantai pasok (supply chain management) energi nasional. Pertamina Patra Niaga dituntut mampu membaca pola musiman dan menyiapkan mitigasi terukur, mulai dari penjadwalan kapal tanker pengangkut dari kilang Balikpapan dan Cilacap hingga penyiagaan teknisi di lapangan selama 24 jam penuh.

Efisiensi penanganan bahan bakar aviasi ini membuktikan bahwa integrasi antara sektor energi, otoritas bandara (InJourney Aviation Services / PT Angkasa Pura Indonesia), operator navigasi penerbangan AirNav Indonesia, dan pemerintah daerah mampu menghasilkan ekosistem logistik yang solid. Dengan ketahanan stok di atas 25 hari dan keandalan sarana pengisian yang teruji, Bandara Internasional Lombok siap mengawal kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tanpa kekhawatiran krisis energi.

Kang Bakso

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

British Columbia gugat OpenAI terkait penembakan sekolah Tumbler Ridge
Bisnis & Finansial

British Columbia Gugat OpenAI atas Penembakan Sekolah

British Columbia menggugat OpenAI terkait penembakan sekolah Tumbler Ridge, menyoroti kewajiban platform AI saat mendeteksi ancaman kekerasan.
IHSG turun 1,69 persen ke level 6.277
Bisnis & Finansial

IHSG Turun 1,69 Persen, Ditutup di Level 6.277

IHSG turun 1,69 persen dan ditutup di level 6.277. Tekanan meluas sejak pagi, dengan sektor energi serta saham bank besar