Opini & Wawasan

Kualifikasi AFCON 2027: Format, Grup, dan Jadwal Laga Utama

Kualifikasi AFCON 2027 dimulai dengan format yang tampak sederhana—12 grup berisi masing-masing empat tim—tetapi tiga grup mempunyai aturan berbeda karena Kenya, Uganda, dan Tanzania sudah lolos sebagai tuan rumah. Dari 48 peserta kualifikasi, 21 tim lain akan menyusul tiga tuan rumah untuk membentuk putaran final berisi 24 negara.

Dua matchday pertama berlangsung dalam jendela 21 September–6 Oktober 2026. Laga pembuka utama mencakup Pantai Gading melawan Ghana pada 24 September, kemudian Mesir–Angola, Maroko–Gabon, Aljazair–Zambia, dan Senegal–Mozambik pada 25 September. Seluruh jadwal yang disebut di artikel ini memakai waktu GMT agar konsisten dengan pengumuman penyelenggara.

Putaran final akan dimainkan pada 19 Juni–17 Juli 2027 di Kenya, Uganda, dan Tanzania. Ini menjadi kembalinya Piala Afrika ke Afrika Timur setelah 51 tahun sekaligus edisi pertama yang diselenggarakan bersama oleh tiga negara.

Format kualifikasi AFCON 2027 dan aturan khusus tuan rumah

Konfederasi Sepak Bola Afrika atau CAF menetapkan 48 tim dalam 12 grup. Setiap tim memainkan enam pertandingan kandang-tandang, sehingga hanya ada sedikit ruang untuk memulihkan diri dari awal yang buruk.

Pada sembilan grup tanpa tuan rumah, dua posisi teratas lolos ke putaran final. Aturan berubah di Grup D, H, dan L. Kenya di Grup D, Uganda di Grup H, serta Tanzania di Grup L tetap bermain dalam kualifikasi, tetapi tiket mereka sebagai tuan rumah sudah aman. Hanya satu tim dengan peringkat terbaik selain tuan rumah yang lolos dari setiap grup tersebut.

Perbedaan ini membuat klasemen harus dibaca hati-hati. Tim yang finis kedua di Grup D, misalnya, belum tentu lolos apabila posisi pertama ditempati negara selain Kenya. Secara praktis, Afrika Selatan, Guinea, dan Eritrea sedang memperebutkan satu tiket, sedangkan hasil melawan Kenya tetap dapat memengaruhi urutan klasemen.

Hitungannya menjelaskan total 24 peserta putaran final: 18 tiket dari sembilan grup biasa, tiga tiket dari tim terbaik non-tuan-rumah di Grup D, H, dan L, lalu tiga tiket otomatis milik tuan rumah. Jadi frasa “dua besar setiap grup lolos” tidak berlaku secara seragam.

Daftar grup kualifikasi

  • Grup A: Maroko, Gabon, Niger, Lesotho.
  • Grup B: Mesir, Angola, Malawi, Sudan Selatan.
  • Grup C: Pantai Gading, Ghana, Gambia, Somalia.
  • Grup D: Afrika Selatan, Guinea, Kenya, Eritrea.
  • Grup E: RD Kongo, Guinea Khatulistiwa, Sierra Leone, Zimbabwe.
  • Grup F: Burkina Faso, Benin, Mauritania, Republik Afrika Tengah.
  • Grup G: Kamerun, Komoro, Namibia, Kongo.
  • Grup H: Tunisia, Uganda, Libya, Botswana.
  • Grup I: Aljazair, Zambia, Togo, Burundi.
  • Grup J: Senegal, Mozambik, Sudan, Etiopia.
  • Grup K: Mali, Tanjung Verde, Rwanda, Liberia.
  • Grup L: Nigeria, Madagaskar, Tanzania, Guinea-Bissau.

Grup C layak mendapat perhatian sejak awal karena mempertemukan dua mantan juara, Pantai Gading dan Ghana. CAF menyebut pertemuan keduanya sebagai laga utama pada rangkaian pembuka. Dengan enam pertandingan per tim, duel langsung antarpesaing berpotensi menentukan keunggulan head-to-head atau selisih poin sebelum dua jendela berikutnya.

Jadwal pertandingan utama dua matchday pertama

  • 24 September, 19.00 GMT: Pantai Gading vs Ghana.
  • 25 September, 16.00 GMT: Nigeria vs Madagaskar.
  • 25 September, 19.00 GMT: Maroko vs Gabon.
  • 25 September, 19.00 GMT: Mesir vs Angola.
  • 25 September, 19.00 GMT: Aljazair vs Zambia.
  • 25 September, 19.00 GMT: Senegal vs Mozambik.
  • 26 September, 16.00 GMT: Afrika Selatan vs Guinea.

Untuk pembaca Indonesia barat, GMT tertinggal tujuh jam dari WIB. Artinya, pertandingan pukul 19.00 GMT dimulai pukul 02.00 WIB pada hari kalender berikutnya, sementara laga pukul 16.00 GMT berlangsung pukul 23.00 WIB pada hari yang sama. Konversi ini penting karena tanggal tayang lokal bisa berbeda dari tanggal resmi CAF.

Rangkaian kualifikasi dibagi menjadi tiga jendela. Matchday 1–2 berlangsung 21 September–6 Oktober 2026, matchday 3–4 pada 9–17 November 2026, dan matchday 5–6 pada 22–30 Maret 2027. Jadwal yang padat berarti tim dapat memainkan dua laga dalam jarak beberapa hari, sehingga kedalaman skuad dan perjalanan lintas negara ikut berpengaruh.

Pemain besar yang absen dan dampaknya

Beberapa tim memasuki laga pembuka tanpa pemain utama. Kapten Maroko Achraf Hakimi menjalani skorsing dua pertandingan, sedangkan Ismael Saibari terkena larangan tiga laga. Senegal tidak membawa Sadio Mane untuk pertandingan melawan Mozambik karena masalah fisik yang disebut pelatih Patrick Vieira.

Nigeria kehilangan Victor Osimhen yang masih memulihkan cedera otot. Tunisia tanpa Hannibal Mejbri, Pantai Gading tanpa Amad Diallo, sedangkan Gabon tidak lagi diperkuat Pierre-Emerick Aubameyang setelah sang penyerang mengakhiri tugas internasionalnya. Absensi tersebut tidak mengubah format kompetisi, tetapi dapat menggeser beban penciptaan peluang kepada pemain lapis berikutnya pada fase yang sangat singkat.

Di sisi lain, nama besar tetap berlimpah. Mohamed Salah menjadi pusat tim Mesir, Brahim Diaz memperkuat Maroko, Ademola Lookman dan Samuel Chukwueze tersedia untuk Nigeria, sementara Mohammed Kudus kembali ke skuad Ghana setelah absen panjang akibat cedera.

Mengapa start buruk sulit ditebus

Setiap tim hanya mempunyai enam laga. Kehilangan tiga poin pada pertandingan pembuka berarti satu kekalahan sudah menghabiskan seperenam kalender grup. Dampaknya lebih tajam di grup tuan rumah karena tiga tim non-host hanya berebut satu tiket.

Contoh paling jelas ada di Grup D. Afrika Selatan dan Guinea bertemu langsung pada 26 September, sementara Kenya telah memegang tiket otomatis. Pemenang laga itu mendapatkan keunggulan awal atas rival langsung; pihak yang kalah tidak hanya perlu mengejar poin, tetapi juga harus berharap lawannya tergelincir dalam lima pertandingan tersisa.

Bagi pembaca Indonesia, kualifikasi ini juga menarik sebagai perbandingan format turnamen dengan kompetisi olahraga yang sedang berjalan di Asia. Bacotan sebelumnya mengikuti perjalanan timnas eFootball Indonesia ke perempat final Asian Games 2026 dan hasil timnas Gran Turismo 7 yang finis kelima. Berbeda dari sistem gugur atau lomba singkat, kualifikasi AFCON menuntut konsistensi kandang-tandang selama enam bulan.

Kesimpulannya, angka 24 tiket tidak berarti persaingan longgar. Tiga tiket sudah menjadi milik tuan rumah, aturan kelolosan tidak seragam, dan kalender enam laga memberi bobot besar pada setiap hasil. Untuk mengikuti kompetisi tanpa keliru, periksa posisi tuan rumah di Grup D, H, dan L, konversi jadwal GMT ke zona waktu lokal, serta perubahan skuad menjelang tiap jendela pertandingan.

Kang Bakso

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Benua Afrika terbelah
Opini & Wawasan

Afrika Perlahan Terbelah, Lautan Baru Bisa Muncul Jutaan Tahun Lagi

Afrika Timur perlahan terbelah akibat proses geologi. Penelitian menjelaskan bagaimana lautan baru dapat terbentuk jutaan tahun mendatang.
spektrum 700 MHz Komdigi
Opini & Wawasan

Nasib Sisa Spektrum 700 MHz Terungkap, Komdigi Siapkan untuk Pertahanan

Komdigi mengusulkan sisa spektrum 700 MHz untuk telekomunikasi pertahanan. Simak pembagian frekuensi dan dampaknya bagi jaringan seluler.