Timnas eFootball Indonesia memastikan tempat di perempat final Asian Games 2026 setelah menuntaskan dua pertandingan fase grup dengan hasil sempurna. Wakil Merah Putih mengalahkan Kirgistan dan Hong Kong, masing-masing dengan skor seri 2-0, dalam pertandingan yang digelar di Aichi Sky Expo Esport Competition Room L5, Aichi, Jepang, Selasa (22/9/2026).
Hasil itu menjaga langkah Rizky Faidan dan Radinka Wiratama dalam persaingan medali cabang esports. Keduanya turun pada dua platform berbeda, PC dan perangkat seluler, sehingga kemenangan seri ditentukan oleh gabungan hasil dari kedua nomor tersebut. Adyatma Priady mendampingi tim sebagai pelatih.
Hasil Timnas eFootball Indonesia di fase grup
Indonesia membuka rangkaian pertandingan dengan menghadapi Kirgistan. Pada platform PC, wakil Indonesia mencatat kemenangan 4-1. Pertandingan pada platform mobile berlangsung lebih ketat, tetapi tetap berakhir untuk Indonesia dengan skor 4-3. Dua kemenangan itu membuat Indonesia menutup seri pertama dengan skor 2-0.
Pola serupa berlanjut saat menghadapi Hong Kong. Indonesia menang 3-1 pada PC dan tampil lebih dominan di platform mobile dengan skor 4-0. Hasil pada kedua platform kembali menghasilkan kemenangan seri 2-0 sekaligus mengunci tiket ke babak delapan besar.
Catatan pertandingan tersebut juga memperlihatkan bahwa Indonesia tidak bergantung pada satu platform. Tim mampu menang ketika duel berjalan ketat di mobile melawan Kirgistan, kemudian menjaga konsistensi saat menghadapi Hong Kong. Dalam format kompetisi yang membagi pertandingan ke PC dan mobile, keseimbangan seperti ini menjadi modal penting karena satu hasil buruk dapat mengubah kedudukan seri.
Jadwal perempat final dan calon lawan
Tim Indonesia dijadwalkan kembali bertanding pada Rabu, 23 September 2026, mulai pukul 09.00 waktu setempat atau sekitar 07.00 WIB. Lawan pada perempat final adalah juara Grup F, yang dihuni India, Uzbekistan, dan Mongolia.
Ketika fase grup Indonesia selesai, posisi teratas Grup F belum sepenuhnya terkunci karena laga India melawan Mongolia masih berlangsung. Uzbekistan berada dalam posisi kuat setelah menang 2-0 atas Mongolia dan bermain imbang melawan India. Karena itu, hasil pertandingan terakhir grup tersebut menjadi penentu siapa yang akan berhadapan dengan Indonesia.
Kepastian lawan penting untuk persiapan teknis. Setiap tim dapat memiliki kecenderungan permainan berbeda pada PC dan mobile. Waktu pemulihan yang singkat membuat tim pelatih harus segera memetakan pola lawan, tanpa mengabaikan evaluasi dari dua kemenangan fase grup.
Dua platform membuat persaingan lebih menantang
Nomor eFootball di Asian Games 2026 menuntut kedalaman tim karena pertandingan tidak hanya dimainkan pada satu perangkat. Hasil Indonesia atas Kirgistan memperlihatkan tantangan itu: kemenangan besar pada PC tidak otomatis membuat duel mobile menjadi mudah. Sebaliknya, performa yang stabil pada kedua platform memberi ruang lebih besar untuk mengendalikan seri.
Rizky Faidan membawa pengalaman panjang di kompetisi eFootball, sedangkan Radinka Wiratama menjadi bagian penting dari komposisi tim untuk format lintas platform. Kolaborasi pemain dan pelatih kini akan diuji oleh sistem gugur, ketika tidak ada kesempatan memperbaiki posisi melalui pertandingan grup berikutnya.
Pencapaian ini menambah perhatian terhadap esports sebagai bagian dari kompetisi olahraga multievent. Pembaca dapat mengikuti kabar pertandingan digital lain melalui rubrik Tren & Pop Culture, sementara perkembangan perangkat dan ekosistem digital dibahas di kanal Teknologi & AI. Informasi terbaru lintas topik juga tersedia di halaman utama Bacotan.
Peluang Indonesia menuju semifinal
Dua kemenangan bersih memberi sinyal positif, tetapi fase gugur membawa tekanan yang berbeda. Margin kesalahan semakin kecil dan calon lawan dari Grup F sudah melewati persaingan yang ketat. Indonesia perlu mempertahankan disiplin permainan, terutama saat skor tipis seperti laga mobile melawan Kirgistan.
Di sisi lain, produktivitas gol menjadi bekal yang meyakinkan. Indonesia mencetak empat gol dalam tiga dari empat pertandingan platform, lalu tiga gol pada satu laga lainnya. Pertahanan juga hanya kebobolan lima gol dari empat laga platform. Angka itu menggambarkan serangan yang efektif tanpa kehilangan kendali secara keseluruhan.
Tiket perempat final berarti target pertama telah tercapai, tetapi perjalanan belum selesai. Fokus berikutnya adalah menerjemahkan konsistensi fase grup ke pertandingan sistem gugur. Jika Rizky Faidan dan Radinka Wiratama mampu menjaga keseimbangan performa PC serta mobile, peluang Indonesia melangkah ke semifinal tetap terbuka.