Bisnis & Finansial

RUPSLB Telkom Rombak Total Manajemen: Nanang Hendarno Resmi Ditunjuk Jadi Dirut Gantikan Dian Siswarini

Nanang Hendarno resmi diangkat menjadi Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk

Bacotan Online – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang digelar pada Rabu, 30 September 2026, resmi menetapkan perombakan besar-besaran pada struktur kepemimpinan perseroan. Pemegang saham menyetujui pengangkatan Nanang Hendarno sebagai Direktur Utama menggantikan Dian Siswarini yang telah memimpin emiten telekomunikasi pelat merah tersebut sejak Mei 2025. Perombakan ini menandai reposisi strategis Telkom untuk memperkuat fokus teknis dan eksekusi infrastruktur di tengah fase krusial transformasi digital nasional.

Pergantian pucuk pimpinan ini sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Dian Siswarini yang berjalan selama kurang lebih 16 bulan. Keputusan tersebut diambil di tengah dinamika industri telekomunikasi yang menuntut akselerasi monetisasi aset jaringan, efisiensi capital expenditure, serta penguatan lini bisnis digital korporasi yang terintegrasi secara menyeluruh.

Profil Nanang Hendarno: Rekam Jejak Kuat Eksekutif Tulang Punggung Jaringan

Penunjukan Nanang Hendarno dipandang pasar sebagai langkah pragmatis pemegang saham Seri A Dwiwarna untuk menempatkan figur yang menguasai anatomi teknis dan operasional Telkom Group secara mendalam. Sebelum didapuk menjadi nakhoda utama, Nanang memegang posisi strategis sebagai Direktur Network Telkom dan dikenal luas sebagai arsitek di balik ketahanan infrastruktur telekomunikasi nasional.

Karier Nanang di ekosistem Telkom terentang panjang dengan rekam jejak kepemimpinan yang teruji. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia pada periode 2022 hingga 2025. Sebelumnya, ia mengemban amanah sebagai Chief of Technology PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) sepanjang 2016 hingga 2022. Portofolio panjang ini membuktikan kepiawaiannya dalam mengelola jaringan domestik hingga ekspansi infrastruktur jaringan global dan kabel laut internasional yang menjadi tulang punggung konektivitas lintas benua perseroan.

Rombakan Menyeluruh Jajaran Direksi dan Komisaris

Selain posisi direktur utama, RUPSLB Telkom turut merombak hampir seluruh pos penting di level direksi guna menyelaraskan target bisnis masa depan. Formasi baru ini mengombinasikan para teknokrat internal berpengalaman dengan pakar industri berkaliber tinggi. Berikut susunan lengkap Dewan Direksi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk hasil RUPSLB:

  • Direktur Utama: Nanang Hendarno
  • Direktur Network: Budi Satria Dharma Purba
  • Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
  • Direktur IT Digital: Kharim I. G. Siregar
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
  • Direktur Wholesale & International Service: Radita Ali Putra
  • Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji
  • Direktur Human Capital Management: Willy Saelan
  • Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana

Di jajaran pengawasan, pemegang saham mempertahankan Angga Raka Prabowo pada posisi Komisaris Utama, namun melakukan penyegaran signifikan pada susunan dewan komisaris lainnya. Nama-nama lama seperti Rionald Silaban dan Silmy Karim tidak lagi masuk dalam struktur kepengurusan. Formasi Dewan Komisaris terbaru kini diisi oleh:

  • Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo
  • Komisaris: Ossy Dermawan
  • Komisaris: Rizal Mallarangeng
  • Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah
  • Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim
  • Komisaris Independen: Anthony Leong
  • Komisaris Independen: Deswandhy Agusman
  • Komisaris Independen: Ira Noviarti

Tantangan Strategis: Dari Monetisasi 5G hingga Akselerasi Data Center

Kombinasi direksi baru di bawah kendali Nanang Hendarno langsung dihadapkan pada serangkaian agenda berat. Pertama, penuntasan implementasi Fixed Mobile Convergence (FMC) setelah integrasi layanan IndiHome ke anak usaha Telkomsel. Pasar kini menantikan efisiensi nyata pada biaya operasional serta peningkatan average revenue per user (ARPU) dari jutaan pelanggan segmen ritel.

Kedua, percepatan komersialisasi ekosistem pusat data lewat NeutraDC. Telkom dituntut bersaing ketat dengan penyedia layanan hyperscale global yang kian agresif membangun fasilitas di wilayah Asia Tenggara. Dengan latar belakang kepemimpinan Nanang yang lama berkutat di Telin, perseroan diharapkan mampu membuka pasar internasional lebih lebar dan mengunci kontrak bernilai tinggi dari korporasi multinasional.

Langkah perombakan ini juga sejalan dengan agenda pengawasan ketat portofolio BUMN strategis di pasar modal, melengkapi upaya pengelolaan likuiditas serta restrukturisasi BUMN yang tengah bergulir di berbagai sektor vital tanah air.

Dampak Pasar dan Prospek Saham TLKM

Reaksi pasar modal terhadap perombakan manajemen ini diprediksi mencerminkan optimisme pelaku pasar yang menginginkan kejelasan arah strategi operasional. Saham TLKM yang menjadi salah satu penopang utama pergerakan indeks harga saham gabungan membutuhkan sentimen penggerak baru untuk keluar dari tekanan koreksi valuasi sektor telekomunikasi.

Para analis pasar modal menilai kepemimpinan yang berakar kuat dari divisi teknis dan jaringan akan meminimalisasi hambatan eksekusi di lapangan. Fokus pada efisiensi belanja modal diproyeksikan mampu mendongkrak marjin EBITDA dan mempertahankan rasio pembagian dividen perseroan yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi investor institusi maupun ritel.

Dengan restrukturisasi yang tuntas dan kepemimpinan anyar yang definitif, Telkom kini memiliki mandat penuh untuk membuktikan bahwa integrasi infrastruktur digital yang telah dibangun mampu menghasilkan pertumbuhan kinerja finansial yang berkelanjutan di era komputasi cerdas dan konektivitas generasi baru.

Kang Bakso

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

British Columbia gugat OpenAI terkait penembakan sekolah Tumbler Ridge
Bisnis & Finansial

British Columbia Gugat OpenAI atas Penembakan Sekolah

British Columbia menggugat OpenAI terkait penembakan sekolah Tumbler Ridge, menyoroti kewajiban platform AI saat mendeteksi ancaman kekerasan.
IHSG turun 1,69 persen ke level 6.277
Bisnis & Finansial

IHSG Turun 1,69 Persen, Ditutup di Level 6.277

IHSG turun 1,69 persen dan ditutup di level 6.277. Tekanan meluas sejak pagi, dengan sektor energi serta saham bank besar