Bacotanonline

Type and hit Enter to search

  • Home
  • Bisnis & Finansial
  • Teknologi & AI
  • Gadget & Sains Terapan
  • Sport
Gedung Kantor Pusat Bursa Kripto Binance Investigasi Peretasan Siber TraderTraitor
Teknologi & AI

Sindikat Siber Korut TraderTraitor Kuras Binance US$6,3 Miliar: Eksploitasi Protokol EIP-7702 Gasak 10 Blockchain

Nadia Pratiwi
30 October 2026 4 Mins Read
12 Views
0 Comments

Bacotan Online – Sindikat peretas terafiliasi pemerintah Korea Utara, TraderTraitor, berhasil menguras aset kripto senilai US$6,36 miliar (setara Rp101 triliun) dari dompet panas (hot wallet) bursa kripto terbesar dunia, Binance, pada Kamis malam (29/10/2026) mulai pukul 20:05 UTC. Firma intelijen blockchain TRM Labs dan Chainalysis mengonfirmasi insiden ini sebagai aksi pencurian aset digital terbesar sepanjang sejarah, melampaui rekor peretasan Bybit senilai US$1,5 miliar pada Februari 2025 dengan skala empat kali lebih masif. Penyerang mengeksekusi penarikan dana terkoordinasi melintasi sepuluh jaringan blockchain utama dalam rentang waktu hanya 20 menit setelah mengompromikan kredensial infrastruktur penandatanganan transaksi melalui perangkat laptop milik salah satu insinyur Binance.

Skala peretasan kilat ini langsung memicu gejolak hebat pada pasar kripto global dan memaksa manajemen Binance menangguhkan seluruh aktivitas deposit serta penarikan dana di berbagai jaringan sebagai tindakan pencegahan darurat. Chief Executive Officer Binance Richard Teng menyatakan bahwa seluruh dana pengguna tetap terlindungi di bawah jaminan dana cadangan SAFU (Secure Asset Fund for Users) dan pihak bursa berkomitmen menanggung 100 persen kerugian tanpa membebankan saldo nasabah. Berdasarkan verifikasi forensik on-chain, serangan gelombang pertama menguras aset di XRP Ledger, Solana, Optimism, Bitcoin, Tron, dan Ethereum, sebelum gelombang kedua menyasar jaringan Avalanche dan Polygon sekitar pukul 23:05 UTC.

Vektor Serangan Lintas Rantai dan Eksploitasi Otorisasi EIP-7702 Ethereum

Keberhasilan peretasan ini bertumpu pada eksploitasi fitur delegasi EIP-7702, sebuah standar protokol yang baru diintegrasikan ke jaringan Ethereum melalui pemutakhiran Pectra pada Mei 2025. Protokol EIP-7702 memungkinkan akun pengguna biasa (Externally Owned Account/EOA) mendelegasikan wewenang eksekusinya ke kontrak pintar pintar (smart contract) melalui penandatanganan otorisasi tunggal. Pelaku mempersiapkan serangan sedikitnya 36 jam sebelumnya dengan mendanai dompet operator melalui tiga kali penarikan kecil dari protokol pencampur Tornado Cash sejak 28 Oktober, dilanjutkan uji coba kontrak pembersih (sweeper contract) pada tiga dompet uji.

Pada pukul 20:20 UTC, operator penyerang mengirimkan satu transaksi tunggal yang memuat 50 otorisasi delegasi bertanda tangan sah yang telah dibuat sebelumnya secara berurutan. Karena dompet panas Ethereum Binance memproses ribuan antrean penarikan dana pengguna secara kontinu, nomor urut transaksi (nonce) dompet terus bergerak maju setiap detik. Dengan menyiapkan 50 variasi tanda tangan nonce berurutan secara serentak, salah satu otorisasi penyerang berhasil cocok dengan nomor nonce aktif saat transaksi diverifikasi validator. Begitu kontrak sweeper terhubung, dompet Binance secara otomatis mematuhi instruksi penyerang dan memindahkan saldo sebesar 167.464 ETH serta 63 jenis token ERC-20, termasuk 1,875 miliar USDT dan 823 juta USDC, dalam satu ketukan blok berdurasi 3 menit 24 detik.

Kerentanan mendasar dalam insiden ini tidak terletak pada cacat matematika kriptografi buku besar blockchain, melainkan pada kelemahan manajemen identitas dan pemisahan hak akses internal. Pola serangan yang menargetkan endpoint perangkat staf mirip dengan insiden eksploitasi celah zero-day dan malware jaringan yang kerap digunakan kelompok spionase siber canggih untuk menembus perimeter sistem tertutup. Dengan membobol laptop insinyur teknis, kelompok TraderTraitor berhasil memperoleh akses sistematis ke mesin penandatangan transaksi lintas platform, memungkinkan mereka menghasilkan tanda tangan kriptografi yang sah pada sistem kunci privat ECDSA di Bitcoin, Ed25519 di Solana, dan skema kurva eliptik di Tron serta XRP Ledger secara simultan.

Manuver Pencucian Dana Peel Chain dan Tantangan Pemulihan Aset Tak Terbekukan

Merespons pergerakan dana mencurigakan tersebut, konsorsium penerbit stablecoin terpusat dan validator protokol bertindak cepat melakukan pembekuan alamat on-chain. Tether, Circle, Paxos, dan tim keamanan Arbitrum membekukan sedikitnya US$2,7 miliar aset curian, mencakup saldo USDT, USDC, serta 74,6 juta token ARB. Namun demikian, penyerang telah mengantisipasi respons pembekuan terpusat dengan melakukan konversi kilat di pasar sekunder. Pelaku menjual ratusan juta USDT ke market maker terdesentralisasi dan menjaminkan saldo stablecoin ke protokol pinjaman Aave untuk meminjam token ETH asli yang bersifat tanpa izin (permissionless).

Pada jaringan Bitcoin, dompet peretas menyedot 18.270 BTC (bernilai sekitar US$1,47 miliar) dan segera memecah likuiditas tersebut ke dalam pecahan bulat 1.000 BTC dan 100 BTC menggunakan teknik rantai pengelupasan (peel chain). Melalui teknik ini, saldo utama terus bergerak melalui puluhan alamat perantara baru di setiap blok transaksi, menyulitkan sistem pemantauan anti-pencucian uang (AML) melacak pemilik akhir. TRM Labs mencatat bahwa saat ini kelompok TraderTraitor memegang kendali penuh atas lebih dari 420.000 ETH dan 18.270 BTC senilai US$2,4 miliar yang mustahil dibekukan secara sepihak oleh otoritas maupun entitas korporasi mana pun di dunia.

Penyelidikan intelijen pertahanan siber global menyimpulkan bahwa dana hasil rampokan ini kemungkinan besar akan dicairkan melalui jaringan pialang over-the-counter (OTC) bawah tanah di kawasan Asia Timur dan Eropa Timur guna mendanai program persenjataan strategis Pyongyang. Otoritas regulasi keuangan di berbagai yurisdiksi kini memperketat kewajiban pengawasan terhadap transaksi berukuran jumbo dan mewajibkan penyedia bursa aset virtual memisahkan mesin tanda tangan (signing infrastructure) secara kedap udara antar-jaringan blockchain yang berbeda.

Pertanyaan yang Kerap Diajukan (FAQ) Seputar Peretasan Binance oleh TraderTraitor

Bagaimana peretas TraderTraitor dapat membobol dana sebesar US$6,36 miliar dari Binance?
Peretas mengompromikan perangkat laptop seorang insinyur Binance untuk menyusup ke infrastruktur penandatanganan hot wallet. Penyerang kemudian memanfaatkan delegasi otorisasi EIP-7702 di Ethereum dengan 50 pre-signed nonce untuk mengubah hot wallet menjadi kontrak pembersih otomatis, serta mengeksekusi transfer bertanda tangan sah di 9 blockchain lainnya.

Berapa jumlah aset yang berhasil diselamatkan dan berapa yang masih dikuasai penyerang?
Sekitar US$2,7 miliar aset berupa stablecoin (USDT, USDC) dan token tata kelola berhasil dibekukan oleh Tether, Circle, dan Arbitrum Security Council. Namun, peretas masih menguasai sekitar US$2,4 miliar dalam bentuk aset asli yang tidak dapat dibekukan secara terpusat, yakni lebih dari 420.000 ETH dan 18.270 BTC.

Apakah dana pengguna Binance terdampak akibat peretasan terbesar dalam sejarah ini?
Manajemen Binance menegaskan bahwa dana nasabah tetap aman dan bursa akan menutupi seluruh kerugian melalui dana cadangan darurat SAFU (Secure Asset Fund for Users), sembari menangguhkan penarikan sementara untuk audit keamanan sistem.

Share Article

Follow Me Written By

Nadia Pratiwi

Reporter spesialis tata kelola keamanan informasi digital, pengawasan kerentanan sistem operasi, mitigasi ancaman siber berbasis rekayasa sosial, serta dinamika kepatuhan proteksi data privasi global.

Other Articles

Gojek Tokopedia GOTO Kantor Pusat Jakarta Kinerja Keuangan Kuartal III 2026
Previous

Gojek Tokopedia GOTO Bukukan Keuntungan Bersih Rp441M: Skema Komisi GoRide dan GoPay Pacu EBITDA Positif

Stadio Giuseppe Meazza San Siro Milan Italia Proyek Generali Stadium Baru
Next

Generali Stadium Gantikan Giuseppe Meazza: Rencana Megah Inter dan AC Milan Bangun Arena 71.500 Kursi

Next
Stadio Giuseppe Meazza San Siro Milan Italia Proyek Generali Stadium Baru
30 October 2026

Generali Stadium Gantikan Giuseppe Meazza: Rencana Megah Inter dan AC Milan Bangun Arena 71.500 Kursi

Previous
30 October 2026

Gojek Tokopedia GOTO Bukukan Keuntungan Bersih Rp441M: Skema Komisi GoRide dan GoPay Pacu EBITDA Positif

Gojek Tokopedia GOTO Kantor Pusat Jakarta Kinerja Keuangan Kuartal III 2026

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bacotan Online

Bacotan Online adalah portal media informasi dan riset independen yang menyajikan jurnalisme berbasis fakta lapangan, transparansi peliputan, dan analisis kritis mendalam pada sektor Bisnis & Finansial, Teknologi & AI, Gadget & Sains Terapan, serta Sport.

Surel Redaksi: [email protected]

Kategori Berita

  • Bisnis & Finansial
  • Teknologi & AI
  • Gadget & Sains Terapan
  • Sport

Informasi & Legalitas

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan

© 2026 Bacotan Online. All Rights Reserved.

  • Home
  • Bisnis & Finansial
  • Teknologi & AI
  • Gadget & Sains Terapan
  • Sport