Bacotan Online – Huawei Technologies Co., Ltd. resmi mengajukan permohonan pendaftaran merek dagang baru bernama ‘Xingmang’ ke Badan Kekayaan Intelektual Nasional China (CNIPA). Dokumen registrasi bernomor 93069405 yang tercatat pada 12 Oktober 2026 tersebut masuk dalam Klasifikasi Internasional Kelas 9, mencakup perlindungan hukum untuk perangkat telepon pintar, komputer jinjing, jam tangan pintar, kacamata pintar, serta sirkuit terpadu.
Permohonan ini menarik perhatian pelaku industri semikonduktor karena Huawei sebelumnya pernah mendaftarkan nama serupa pada April 2019. Pengajuan ulang di pengujung 2026 ini memperkuat indikasi langkah strategis perusahaan dalam merancang lini merek sekunder (sub-brand) independen yang siap diperkenalkan ke publik pada kuartal keempat 2026.
Strategi Pengisian Celah Pasar Ponsel Kelas Menengah
Kebutuhan ekspansi jenama baru berkaitan erat dengan restrukturisasi bisnis Huawei pasca-penjualan seluruh lini anak perusahaan Honor pada November 2020. Langkah pelepasan Honor kepada konsorsium Shenzhen Zhixin New Information Technology saat itu diambil guna menyelamatkan rantai pasok komponen dari restriksi perdagangan internasional.
Setelah pemisahan tersebut, Huawei memusatkan fokus pada segmen premium lewat lini Mate dan seri fotografi Pura. Portofolio kelas menengah Huawei saat ini bertumpu pada seri nova dan seri pemula Enjoy. Kondisi ini menyisakan ruang kompetisi di rentang harga 1.799 hingga 4.000 yuan (sekitar Rp3,9 juta hingga Rp8,7 juta), area pasar yang kini ramai diisi kompetitor seperti Redmi dan Realme. Menurut data riset pasar kuartal kedua 2026, Huawei memimpin pangsa pasar telepon pintar domestik Tiongkok dengan porsi 20,6 persen, sehingga kehadiran lini baru diharapkan mampu memperkuat dominasi di segmen konsumen muda.
Rencana Pemanfaatan Prosesor Kirin dan HarmonyOS Next
Dari sisi arsitektur perangkat keras, laporan rantai pasok menyebutkan seri perdana Xingmang akan mengadopsi prosesor Kirin seri 8 fabrikasi lokal oleh Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC). Pemanfaatan prosesor internal ini memungkinkan efisiensi biaya lisensi komponen, sekaligus mempercepat adopsi sistem operasi mandiri HarmonyOS Next yang telah sepenuhnya menanggalkan basis kode Android Open Source Project (AOSP).
Untuk menjaga harga jual tetap kompetitif, formulasi spesifikasi diproyeksikan menerapkan rasionalisasi fitur. Perangkat diperkirakan tetap mempertahankan algoritma pemrosesan gambar XMAGE pada kamera utama, tetapi memangkas komponen berbiaya tinggi seperti sensor telefoto periskop dan modul komunikasi satelit dua arah.
Menanggapi kabar pendaftaran merek ini, pihak layanan resmi Huawei menyatakan belum dapat mengonfirmasi jadwal peluncuran lini komersial dan mengimbau publik menunggu pengumuman resmi perusahaan. Langkah evaluasi pasar dan persiapan regulasi domestik ini diproyeksikan menjadi fokus utama sebelum perangkat memasuki fase produksi massal.

