Bacotan Online – Chairman perusahaan perbendaharaan ether Bitmine Immersion Technologies sekaligus pendiri Fundstrat Global Advisors, Tom Lee, memproyeksikan transfer kekayaan antargenerasi senilai US$1,5 triliun hingga US$2 triliun sebagai katalis utama pendorong pasar aset digital. Berdasarkan data Internal Revenue Service (IRS) Amerika Serikat dan riset Fundstrat periode 2026 hingga 2028, likuiditas warisan yang beralih ke kelompok usia muda dinilai memiliki kecenderungan alokasi risiko lebih terbuka pada instrumen saham pertumbuhan dan kripto.
Akumulasi Agresif Bitmine Menuju Ambang Batas Lima Persen Pasokan Global
Pandangan tersebut disampaikan seiring pembaruan laporan kepemilikan cadangan aset Bitmine yang kian mendekati target strategisnya. Perusahaan tercatat kembali melakukan pembelian 12.532 token ether (ETH) pada pekan lalu dengan nilai transaksi sekitar US$32 juta. Transaksi berkala ini mengerek total portofolio perbendaharaan Bitmine menjadi 6.028.946 ETH yang setara dengan nilai valuasi pasar sekitar US$15,3 miliar.
Melalui kepemilikan tersebut, Bitmine saat ini menguasai sekitar 4,9 persen dari keseluruhan pasokan beredar ether global yang mencapai 122,1 juta token. Perusahaan kini hanya terpaut sekitar 76.000 ETH untuk memenuhi target kepemilikan 5 persen dari pasokan dunia. Manajemen mengonfirmasi bahwa aksi beli korporasi di pasar terbuka akan dihentikan secara permanen begitu ambang batas kepemilikan 5 persen tersebut tercapai, yang diperkirakan rampung dalam enam pekan ke depan apabila ritme akumulasi bertahan konsisten.
Penempatan Staking Jaringan dan Manajemen Risiko Neraca Korporasi
Langkah korporasi mengadopsi model perbendaharaan berskala masif mencerminkan dinamika pengelolaan neraca perusahaan publik di Wall Street, serupa dengan perkembangan pada perbendaharaan aset digital korporasi modern. Sekitar 5,07 juta ETH atau 84 persen dari total kepemilikan Bitmine telah ditempatkan ke dalam mekanisme validasi jaringan (staking).
Penempatan aset pada protokol proof-of-stake tersebut diproyeksikan menghasilkan arus kas operasional tahunan sekitar US$336 juta berdasarkan imbal hasil berjalan. Kendati menghasilkan arus kas pasif reguler, penempatan aset skala besar ini tetap berada dalam ruang lingkup pemantauan risiko korporasi, terutama menyangkut volatilitas nilai pasar acuan token, likuiditas pencairan, serta kepatuhan terhadap regulasi perpajakan yang terus berkembang di yurisdiksi Amerika Serikat.

