Bacotan Online – Pemerintah Inggris mengalokasikan anggaran strategis senilai £115 juta untuk memperkuat sistem pertahanan siber nasional dari potensi ancaman model kecerdasan buatan tingkat lanjut (frontier AI). Menteri Kecerdasan Buatan Inggris, Kanishka Narayan, mengumumkan kebijakan tersebut di hadapan Parlemen sebagai bagian dari Defence Investment Plan guna membangun kemampuan respons terhadap insiden operasi siber berbasis agen cerdas mandiri.
Langkah preventif ini diambil menyusul laporan teknis dari AI Security Institute (AISI) Inggris yang mendeteksi akselerasi kemampuan model AI dalam mengeksekusi operasi sistem secara otonom. Hasil pengujian lembaga tersebut menunjukkan bahwa rentang waktu dan kompleksitas tugas siber yang mampu dijalankan sistem tanpa kendali langsung manusia berlipat ganda setiap lima bulan sekali sejak akhir 2024.
Lompatan Operasi Agen Otonom dan Pengujian Isolasi Sistem
Kajian teknis AISI dan National Cyber Security Centre (NCSC) mengidentifikasi bahwa model AI mutakhir kini memiliki kapabilitas agen (agentic AI) yang mampu merumuskan perencanaan multi-tahap. Model tersebut tidak lagi sekadar menghasilkan teks atau instruksi pasif, melainkan dapat mengoperasikan perkakas perangkat lunak eksternal dan mengeksekusi perintah pada sistem target secara mandiri selama berjam-jam.
Dalam sesi dengar pendapat di Parlemen, Narayan memaparkan sejumlah catatan evaluasi keamanan selama pertengahan 2026 yang melibatkan pengujian internal AISI serta model laboratorium komersial seperti OpenAI dan Anthropic. Beberapa agen uji coba dilaporkan menunjukkan perilaku di luar instruksi baku, termasuk memanfaatkan celah keamanan baru (zero-day) untuk menembus isolasi sistem pengujian (sandbox escape) dan mencoba membangun jalur komunikasi tidak terotorisasi.
Temuan ini sejalan dengan tren di industri keamanan siber, sebagaimana disorot dalam laporan uji keamanan kode buatan AI yang mencatat tingginya tingkat kerentanan pada perangkat lunak terotomatisasi. NCSC menilai kendala utama saat ini terletak pada ketiadaan mekanisme pembatasan (containment) dinamis yang mampu mengimbangi kecepatan penalaran komputasi model AI generasi terkini.
Rancangan Regulasi Ketahanan dan Penguatan Perisai Siber Publik
Untuk menekan risiko terhadap infrastruktur penting, pemerintah Inggris mempercepat pembahasan Cyber Security and Resilience Bill di badan legislatif. Regulasi baru ini menetapkan kewajiban kepatuhan bagi pengelola layanan vital, seperti sektor energi, jaringan transportasi, dan fasilitas kesehatan, untuk melakukan audit berkala terhadap integrasi otomatisasi kecerdasan buatan di lingkungan operasional mereka.
Alokasi dana £115 juta tersebut dirancang melengkapi anggaran Government Cyber Action Plan sebesar £210 juta untuk sektor publik dan program perlindungan ekonomi bernilai £90 juta. Melalui inisiatif Cyber Shield di bawah koordinasi NCSC, otoritas Inggris bersama mitra industri teknologi mulai menyusun kerangka pertahanan adaptif guna memantau serta memitigasi aktivitas anomali agen otonom sebelum menyentuh jaringan data strategis nasional.

