Bacotan Online – Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Korea (KRX) mengalami penurunan likuiditas yang signifikan setelah volume transaksi harian indeks acuan KOSPI menyusut 70 persen dibandingkan posisi puncak pada akhir Mei 2026. Penurunan aktivitas bursa ini berlangsung seiring dengan aksi jual bersih investor asing yang mencatatkan laju penarikan dana tercepat di kawasan Asia.
Indeks KOSPI yang pada paruh pertama 2026 sempat mencatatkan kinerja terbaik di tingkat global kini berbalik arah dan mengalami koreksi sekitar 22 persen pada paruh kedua tahun ini. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan pergerakan bursa saham di Taiwan dan Amerika Serikat yang tetap mencatatkan penguatan dengan dukungan sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Ketergantungan Indeks pada Saham Produsen Semikonduktor
Faktor utama di balik koreksi indeks KOSPI adalah tingginya bobot kapitalisasi pasar Samsung Electronics dan SK Hynix. Kedua produsen cip memori tersebut menguasai lebih dari separuh bobot indeks gabungan, sehingga pergeseran sentimen terhadap keberlanjutan siklus ekspansi industri memori langsung menekan pergerakan indeks secara keseluruhan.
Kepala Manajemen Portofolio Rayliant Global Advisors, Phillip Wool, menyatakan bahwa fase pertumbuhan valuasi awal dari tema cip memori di Korea Selatan telah terlewati. Lembaga pengelola dana tersebut kini menyesuaikan alokasi portofolio dengan mengambil posisi underweight pada saham SK Hynix dan Samsung Electronics guna mengantisipasi volatilitas lanjutan.
Koreksi harga tetap terjadi kendati kinerja keuangan emiten masih mencatatkan pertumbuhan. Saham Samsung Electronics terkoreksi 2,42 persen ke level 262.000 won per lembar pada penutupan bursa 8 Oktober, meski perusahaan membukukan lonjakan laba operasional kuartal ketiga hingga 107,4 triliun won. Pada sesi yang sama, saham SK Hynix juga mengalami pelemahan sebesar 2,44 persen ke posisi 1.681.000 won.
Pergeseran Modal Global dan Langkah Evaluasi Pasar
Berdasarkan data bursa yang dihimpun Bloomberg, investor non-residen telah menarik dana sebesar US$ 131 miliar dari pasar modal Korea Selatan sepanjang tahun 2026. Aliran modal tersebut sebagian besar terdistribusi kembali ke pasar ekuitas Amerika Serikat yang dinilai menawarkan diversifikasi sektor teknologi yang lebih luas di luar manufaktur cip perangkat keras.
Tekanan likuiditas di pasar domestik turut dipengaruhi oleh mendekatinya masa akhir program pembelian kembali saham atau share buyback gabungan dari Samsung dan SK Hynix senilai 55 triliun won. Data JPMorgan Chase mencatat bahwa program korporasi tersebut sebelumnya menjadi penopang utama pesanan beli pasar reguler pada September.
Meskipun demikian, otoritas bursa dan pelaku pasar memandang fase konsolidasi ini sebagai ruang lingkup evaluasi valuasi jangka panjang. Program reformasi tata kelola emiten yang digulirkan pemerintah Korea Selatan terus menjadi instrumen pemantauan untuk menjaga daya tarik pasar bagi investor institusi global ke depan.

