Bacotan Online – Kabar penting datang dari industri perbankan digital tanah air setelah pucuk pimpinan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) resmi berganti arah. Direktur Utama perseroan, Eri Budiono, memutuskan untuk mengajukan surat permohonan pengunduran diri dari kursi kepemimpinan bank digital berkode saham BBYB tersebut. Keputusan strategis ini menandai babak baru bagi perseroan yang tengah giat memperkuat fondasi profitabilitas di tengah persaingan ketat ekosistem keuangan digital nasional.
Kabar perombakan manajemen ini disampaikan secara transparan oleh manajemen perseroan melalui dokumen keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari kepatuhan tata kelola perusahaan terbuka sekaligus memberikan kejelasan arah operasional bagi para investor di pasar modal Indonesia.
Keterbukaan Informasi Bursa dan Koordinasi Pengawasan OJK
Manajemen PT Bank Neo Commerce Tbk mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri Eri Budiono telah diterima secara resmi oleh perseroan pada tanggal 2 Oktober 2026. Dalam keterbukaan informasi perseroan, ditegaskan pula bahwa proses administratif terkait dinamika kepemimpinan ini telah dikoordinasikan secara ketat dengan regulator pengawas perbankan.
Rencana pengunduran diri tersebut sebelumnya telah dicatat dalam administrasi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Surat OJK Nomor SR-241/PB.32/2026 tertanggal 28 September 2026. Manajemen perseroan menegaskan bahwa tindak lanjut atas permohonan pengunduran diri ini akan diproses sesuai dengan Anggaran Dasar perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk meminta persetujuan resmi dari para pemegang saham melalui agenda Rapat Umum Pemegang Saham dalam waktu dekat.
Dalam pernyataan resminya, manajemen Bank Neo Commerce memastikan bahwa mundurnya sang nakhoda utama tidak akan mengganggu kelangsungan operasional perseroan. Perseroan menegaskan tidak ada dampak material yang merugikan terhadap kegiatan usaha harian, kondisi keuangan, operasional sistem, maupun stabilitas hukum perseroan secara keseluruhan.
Rekam Jejak Panjang Eri Budiono di Industri Finansial
Eri Budiono bukan sosok baru di kancah keuangan nasional maupun regional. Bankir senior kelahiran Malang tahun 1968 ini resmi diangkat menjadi Direktur Utama Bank Neo Commerce melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 30 April 2024 lalu. Penunjukannya kala itu dipandang sebagai langkah berani perseroan untuk membawa perspektif perbankan korporasi konvensional yang matang ke dalam lanskap digital banking yang dinamis.
Menyelesaikan pendidikan Sarjana Bisnis Perbankan dan Keuangan di Monash University Australia pada tahun 1993, Eri mengawali perjalanan karirnya di ABN Amro Bank Indonesia sebagai Corporate Banking Manager. Rekam jejak profesionalnya terbentang selama lebih dari tiga dekade di berbagai institusi keuangan terkemuka berskala global.
Eri pernah mengemban tanggung jawab strategis sebagai Head of Global Banking dan Head of Commercial Banking di HSBC, menjabat sebagai Corporate and Investment Banking Director di Rabobank, hingga menduduki posisi Global Banking Director di Maybank Indonesia. Pengalaman ekstensif di sektor institusional perbankan dan ekuitas privat tersebut memberikan bekal kepemimpinan kuat selama ia mengawal pembenahan manajemen risiko dan portofolio aset di Bank Neo Commerce.
Fase Konsolidasi dan Tantangan Industri Perbankan Digital
Pengunduran diri pucuk pimpinan BBYB terjadi pada momentum krusial ketika seluruh industri fintech dan bank digital di Indonesia sedang memasuki babak konsolidasi. Euforia ekspansi agresif pasca-pandemi kini telah bertransformasi menjadi tuntutan nyata dari para pemegang saham terhadap efisiensi modal dan pencapaian laba bersih berkelanjutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Neo Commerce giat melakukan restrukturisasi kredit, menekan rasio non-performing loan, dan mengoptimalkan cost of fund guna memperlebar margin bunga bersih. Persaingan memperebutkan dana pihak ketiga berbiaya murah kian sengit di tengah dinamika suku bunga acuan dan pergeseran likuiditas pasar keuangan domestik.
Bank digital tidak lagi hanya mengandalkan bakar uang untuk menjaring jutaan pengguna terdaftar baru. Fokus industri perbankan digital modern kini bertumpu pada loan disbursement yang berkualitas, integrasi layanan pembayaran dengan ekosistem induk, serta diversifikasi pendapatan berbasis komisi atau fee-based income.
Pandangan Pasar dan Arah Strategis BBYB ke Depan
Pelaku pasar keuangan kini menanti agenda RUPS perseroan yang akan menetapkan nakhoda baru untuk memimpin BBYB. Siapa pun figur yang akan ditunjuk nantinya akan menghadapi tugas melanjutkan peta jalan transformasi digital dan memperkuat sinergi dengan ekosistem grup pemegang saham utama.
Bagi nasabah setia dan mitra bisnis, operasional layanan perbankan digital aplikasi Neobank dipastikan tetap berjalan normal tanpa kendala teknis. Layanan transaksi harian, pembukaan tabungan digital, deposito dengan imbal hasil kompetitif, hingga fitur transfer dana tetap beroperasi penuh berkat tata kelola sistem perbankan terintegrasi.
Pergantian kepemimpinan merupakan dinamika wajar dalam sebuah korporasi publik yang terus bertumbuh. Komitmen BBYB dalam menjaga rasio kecukupan permodalan dan memperluas inklusi keuangan masyarakat menjadi modal berharga bagi perseroan untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem perbankan digital Indonesia.

