Bacotan Online – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 14 Oktober 2026 mendatang. Rapat yang akan berlangsung secara virtual ini membawa dua agenda penting yang diprediksi akan menjadi sorotan pasar modal domestik: pengurangan modal melalui penarikan saham tresuri dan perombakan pada jajaran pengurus perseroan.
Langkah korporasi ini dinilai strategis bagi arah masa depan perusahaan teknologi terbesar di Indonesia tersebut. Berdasarkan regulasi dan keterbukaan informasi di otoritas pasar modal, langkah pembatalan saham hasil pembelian kembali (buyback) ini memerlukan persetujuan dari para pemegang saham sebelum dapat dieksekusi penuh.
Rencana Pembatalan 32,18 Miliar Saham Tresuri
Agenda sentral dari RUPSLB ini adalah persetujuan pengurangan modal ditempatkan dan disetor perseroan. Hal ini dilakukan dengan cara menarik kembali sebagian saham tresuri yang berasal dari program pembelian saham kembali perseroan selama periode 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025.
Total saham Seri A yang hendak ditarik dan dibatalkan mencapai 32.186.417.803 lembar saham. Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan OJK No. 29 Tahun 2023, pengalihan dengan cara ditarik kembali ini sah secara hukum pabila sudah melewati persetujuan rapat paripurna.
Langkah ini menyoroti pergeseran strategi manajemen GOTO dalam menyikapi instrumen saham miliknya. Pada keterbukaan informasi sebelumnya, GOTO berencana memanfaatkan saham buyback ini untuk kebutuhan ESOP (Employee Stock Ownership Plan) dan insentif manajemen. Keputusan membatalkan saham tersebut menjadi sinyal bahwa perusahaan memilih untuk memprioritaskan efisiensi modal ketimbang alokasi kompensasi saham tambahan bagi karyawan, sebuah kebijakan yang umumnya direspons positif oleh pasar karena mencegah dilusi kepemilikan. Anda bisa melihat lebih banyak tentang dinamika korporasi serupa di rubrik Bisnis & Finansial.
Dampak Pembatalan Saham bagi Metrik Valuasi
Penarikan puluhan miliar saham ini secara prinsip menguntungkan metrik finansial bagi investor ritel maupun institusi. Ketika perseroan menghancurkan atau membatalkan 32,18 miliar saham dari sistem yang beredar, nilai Laba per Saham alias Earnings Per Share (EPS) pada laporan keuangan berikutnya berpotensi menjadi lebih padat. Hal ini dikarenakan total nilai laba (atau rugi yang semakin mengecil) dibagi dengan jumlah lembar saham yang lebih sedikit.
Perombakan Jajaran Pengurus GOTO
Agenda kedua yang tidak kalah pentingnya adalah perubahan struktur di dalam jajaran direksi atau dewan komisaris. Sayangnya, perusahaan belum merincikan secara spesifik nama-nama yang akan masuk atau keluar dari posisi krusial tersebut hingga RUPSLB nanti diselenggarakan.
Restrukturisasi kepemimpinan bukanlah hal asing bagi emiten tech yang mengarah kepada profitabilitas operasional. Seiring target perusahaan untuk menjaga momentum arus kas positif, setiap pergantian eksekutif akan terus dipantau untuk melihat apakah visi bisnis ke depan semakin berpusat pada penekanan biaya atau diversifikasi unit usaha yang memiliki margin tinggi.
Dengan berjalannya RUPSLB di Oktober 2026 ini, investor berharap GOTO dapat meneruskan fundamental bisnisnya yang berkelanjutan. Penarikan modal ini bisa menjadi fondasi perusahaan guna merampingkan valuasi pasarnya sehingga makin kompetitif.

