Perangkat OnePlus berkode PYB110 muncul dalam laporan hasil benchmark AnTuTu v12 dengan skor total 5.384.433 poin. Perangkat tersebut dikaitkan dengan OnePlus 16 dan tercatat memakai Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, RAM 16 GB, serta penyimpanan 1 TB. Angkanya besar, tetapi statusnya perlu dibaca dengan tepat: ini adalah hasil satu perangkat yang diduga merupakan unit prarilis, bukan hasil pengujian independen atas ponsel retail.
Rincian yang beredar terdiri dari skor CPU 1.458.283, GPU 2.010.584, MEM 766.362, dan UX 1.149.204. Keempat komponen itu jika dijumlahkan tepat menghasilkan 5.384.433. GSMArena melaporkan angka tersebut pada 23 September 2026, sedangkan Notebookcheck menyebut data berasal dari unggahan akun resmi AnTuTu di Weibo. Namun, identitas pemasaran PYB110 sebagai OnePlus 16 tetap harus dibedakan dari spesifikasi yang sudah diumumkan langsung oleh OnePlus.
OnePlus 16 AnTuTu: apa yang resmi dan masih indikasi?
OnePlus melalui akun resmi Weibo pada 17 September mengumumkan bahwa OnePlus 16 akan menjalankan ColorOS 17 dan mendukung system-wide refresh rate 165Hz. Qualcomm juga sudah menerbitkan dokumen resmi Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Dokumen itu mencantumkan CPU Oryon generasi baru dengan dua prime core hingga 5GHz dan mengklaim peningkatan performa CPU 13 persen serta GPU 44 persen dibanding Snapdragon 8 Elite Gen 5. Qualcomm sendiri memberi catatan bahwa hasil dapat berbeda menurut implementasi produsen.
Yang belum boleh diperlakukan sebagai spesifikasi final adalah konfigurasi 16 GB/1 TB untuk semua varian, jenis RAM dan penyimpanan setiap model, serta angka 185Hz yang terlihat pada tangkapan hasil AnTuTu. Konfirmasi OnePlus menyebut 165Hz secara menyeluruh. Karena itu, 185Hz mungkin merujuk pada mode atau skenario tertentu, konfigurasi uji, atau pembacaan perangkat lunak yang belum final. Tanpa penjelasan resmi, angka tersebut bukan bukti bahwa seluruh antarmuka OnePlus 16 berjalan pada 185Hz.
Membaca skor 5,38 juta tanpa terjebak angka besar
AnTuTu menggabungkan empat kelompok pengujian. CPU menggambarkan pekerjaan komputasi prosesor; GPU berhubungan dengan pemrosesan grafis; MEM menguji subsistem memori dan penyimpanan; sedangkan UX merangkum sejumlah simulasi respons dan pengalaman sistem. Dari total PYB110, GPU menyumbang sekitar 37,3 persen, CPU 27,1 persen, UX 21,3 persen, dan MEM 14,2 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa lonjakan grafis merupakan bagian terbesar dari total, selaras dengan fokus peningkatan GPU yang diklaim Qualcomm.
Meski demikian, skor gabungan bukan estimasi langsung frame rate gim, waktu ekspor video, atau kecepatan membuka aplikasi. Dua ponsel dengan chipset sama dapat menghasilkan pengalaman berbeda akibat ukuran sistem pendingin, batas daya, optimasi sistem, resolusi layar, suhu ruangan, dan profil performa. Angka puncak juga tidak menjawab apakah performa dapat bertahan setelah bermain selama 30 atau 60 menit.
Pembanding paling dekat yang dilaporkan Notebookcheck pada AnTuTu v12 adalah Lenovo Y700 Gen 5 dengan 4.585.575 poin. Secara matematis, hasil PYB110 sekitar 17,4 persen lebih tinggi. Perbandingan ini tetap terbatas karena Y700 merupakan tablet dengan rancangan termal berbeda, sementara AnTuTu v12 masih disebut berada pada tahap public beta. Membandingkannya dengan skor OnePlus 15 dari AnTuTu v11 juga tidak tepat untuk menyimpulkan persentase peningkatan generasi, sebab beban uji dan skala skor dapat berubah antarversi.
Apa artinya bagi calon pembeli?
Hasil awal ini paling aman dibaca sebagai sinyal bahwa OnePlus 16 memiliki potensi performa kelas atas, khususnya pada beban GPU. Bagi pemain gim, potensi itu baru bernilai jika gim yang digunakan benar-benar mendukung laju bingkai tinggi, ponsel mampu mempertahankan performa tanpa thermal throttling berat, dan konsumsi dayanya tetap masuk akal. Layar 165Hz juga tidak otomatis membuat setiap gim berjalan pada 165 frames per second; aplikasi, mesin gim, dan batas internal gim ikut menentukan.
Bagi pengguna umum, selisih skor puncak biasanya kurang penting dibanding kestabilan sistem, daya tahan baterai, kamera, kebijakan pembaruan, kualitas jaringan, dan layanan purnajual. Skor MEM yang tinggi pun tidak memastikan semua varian memakai komponen identik. Produsen dapat menawarkan kapasitas atau pemasok komponen berbeda menurut pasar. Calon pembeli Indonesia juga belum dapat menarik kesimpulan soal harga, ketersediaan resmi, garansi, atau konfigurasi lokal karena informasi itu belum diumumkan.
Sebelum menjadikan hasil ini dasar pembelian, tunggu setidaknya tiga jenis bukti: pengujian unit retail dengan versi perangkat lunak final, tes performa berulang untuk melihat penurunan akibat panas, dan pengukuran konsumsi daya serta suhu permukaan. Uji gim nyata dengan pencatatan frame time juga lebih berguna daripada hanya melihat rata-rata frame rate. Panduan membaca hasil pengujian lain dapat dilihat di panduan memahami benchmark dan dampak nyata, sementara konteks generasi sebelumnya dapat ditempatkan pada perbandingan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan versi Extreme.
Kesimpulan sementara
Skor AnTuTu v12 sebesar 5.384.433 membuat PYB110 menarik sebagai gambaran awal kemampuan OnePlus 16 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Rinciannya konsisten secara aritmetis, sumber independen melaporkan asal data dari akun resmi AnTuTu, dan OnePlus telah mengonfirmasi nama perangkat serta layar 165Hz secara menyeluruh. Namun, satu hasil prarilis belum membuktikan performa berkelanjutan, efisiensi, atau pengalaman unit yang kelak dijual. Untuk saat ini, sebut hasil tersebut sebagai indikasi kuat—bukan vonis bahwa OnePlus 16 adalah ponsel tercepat.

