Bacotan Online – Pengiriman komputer pribadi (PC) secara global tercatat turun 20,1 persen secara tahunan pada kuartal ketiga 2026. Berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC), total shipments pada periode tersebut mencapai 62,7 juta unit, mengalami penurunan dari 78,5 juta unit pada periode yang sama tahun 2025.
Laporan riset pasar dari Omdia juga menunjukkan tren pelemahan serupa dengan penurunan pengiriman sebesar 21,2 persen menjadi 58,1 juta unit. Kedua lembaga riset tersebut mencatat kontraksi pasar PC ini sebagai penurunan terdalam sejak kuartal pertama 2023, saat pengiriman sempat menyusut 28,7 persen akibat normalisasi belanja pascapandemi.
Penumpukan Inventaris dan Tekanan Permintaan Pasar
IDC mengidentifikasi penurunan volume pengiriman ini berkaitan erat dengan fenomena pull-in hangover. Sepanjang semester pertama 2026, kalangan vendor dan distributor mempercepat pengadaan stok untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga komponen memori yang tersedot kebutuhan pembangunan data center kecerdasan buatan (AI). Langkah antisipasi awal tersebut menyebabkan kuota pengiriman kuartal ketiga terkoreksi karena stok di saluran distribusi masih menumpuk.
Kondisi ini memengaruhi pola musiman tahunan yang biasanya mencatatkan kenaikan volume pada kuartal ketiga berkat momentum belanja tahun ajaran baru (back-to-school) dan pengadaan korporat. Secara kuartalan, volume pengiriman pada kuartal ketiga 2026 justru menyusut 9,1 persen dibandingkan kuartal kedua 2026.
Direktur Riset IDC untuk Perangkat Konsumen, Jitesh Ubrani, menyatakan bahwa langkah penimbunan inventaris oleh distributor di awal tahun telah mengubah siklus permintaan musiman. Kanal penjualan kini berhati-hati menambah stok baru di tengah daya beli konsumen yang masih beradaptasi dengan tingkat harga perangkat terkini.
Pergeseran Pangsa Pasar Vendor Komputer Global
Dari sisi produsen, tekanan penurunan volume pengiriman dirasakan oleh jajaran vendor utama. HP mencatatkan penurunan pengiriman 30,9 persen menjadi 10,3 juta unit, disusul Dell yang terkoreksi 25 persen ke level 7,6 juta unit. Sementara itu, Lenovo tetap memimpin pangsa pasar dengan 23,8 persen meskipun volume pengirimannya turun 22,6 persen menjadi 14,9 juta unit.
Di sisi lain, Apple dan Asus mencatatkan kontraksi yang relatif lebih terbatas, masing-masing sebesar 11,3 persen dan 8,6 persen. Laju penurunan yang lebih lambat tersebut membuat pangsa pasar Apple bertahan di kisaran 9,5 persen dan Asus di posisi 8,7 persen.
Lembaga riset pasar memproyeksikan penyesuaian harga PC di tingkat ritel akan berlangsung secara bertahap dalam jangka pendek. Para pelaku industri komputer kini memfokuskan evaluasi pada normalisasi rantai pasok dan pemantauan daya serap pasar guna menjaga stabilitas operasional hingga awal 2027.

