Bisnis & Finansial

Danantara Siagakan US$ 1 Miliar Redam Gejolak IHSG Menjelang Peninjauan MSCI

Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta

Bacotan Online – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiagakan alokasi modal hingga US$ 1 miliar atau sekitar Rp 17,89 triliun guna mengantisipasi tekanan likuiditas di Bursa Efek Indonesia hingga akhir 2026. Langkah strategis ini disiapkan di tengah dinamika pasar keuangan domestik serta peninjauan klasifikasi indeks global oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap status pasar modal Indonesia.

Alokasi tersebut melengkapi portofolio berjalan Danantara yang saat ini telah mengelola sekitar US$ 3 miliar atau setara Rp 53,67 triliun pada instrumen saham dan obligasi domestik maupun asing. Lembaga pengelola investasi negara ini menegaskan intervensi pasar hanya akan dilakukan secara terukur apabila koreksi harga saham didorong sentimen eksternal sementara, bukan pelemahan fundamental emiten.

Evaluasi Portofolio dan Potensi Reklasifikasi Indeks Pasar Modal

Kepala Investasi Publik Danantara Investment Management, Rani Piputri, mengungkapkan bahwa keputusan penempatan dana akan melewati proses uji tuntas (due diligence) yang ketat. Pelaku pasar mencermati evaluasi berkala oleh MSCI yang membuka peluang pergeseran status pasar modal Indonesia dari kelompok emerging market menjadi frontier market. Penurunan status tersebut berpotensi memicu arus modal keluar (capital outflow) dari investor institusi global berorientasi indeks.

Secara agregat, Danantara mengemban mandat pengelolaan aset negara senilai US$ 900 miliar yang tersebar di lebih dari 1.000 badan usaha milik negara. Komposisi aset yang dikelola saat ini bertumpu pada 65 persen instrumen saham, 30 persen pendapatan tetap (fixed income), serta 5 persen alokasi dana lindung nilai (hedge fund). Sekitar seperempat dari seluruh portofolio tersebut terkonsentrasi di pasar keuangan dalam negeri, yang belakangan menghadapi tekanan saat IHSG terkoreksi ke level 6.031 akibat sentimen imbal hasil obligasi global.

Target Imbal Hasil dan Kebijakan Penahanan Dividen BUMN

Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Mansury, menjelaskan bahwa penempatan modal ditargetkan menghasilkan imbal hasil antara 200 hingga 300 basis points di atas biaya modal penerbitan obligasi dolar AS. Lembaga ini juga tengah berkoordinasi intensif dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengenai opsi penahanan dividen BUMN senilai Rp 120 triliun guna memperkuat modal kerja dan daya tahan investasi.

Manajemen Danantara menegaskan komitmennya untuk tidak berperan sebagai stabilisator pasar yang distortif, melainkan sebagai investor jangka panjang berorientasi nilai ekonomis. Langkah terukur ini ditujukan untuk menjaga kredibilitas tata kelola investasi di mata pelaku pasar global sekaligus memperdalam likuiditas pasar modal domestik saat menghadapi tekanan makroekonomi.

Rian Hidayat

About Author

Analis pasar finansial dan ekonomi makro. Mengamati pergerakan pasar saham, aset kripto, aksi korporasi, dan kebijakan moneter internasional.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

British Columbia gugat OpenAI terkait penembakan sekolah Tumbler Ridge
Bisnis & Finansial

British Columbia Gugat OpenAI atas Penembakan Sekolah

British Columbia menggugat OpenAI terkait penembakan sekolah Tumbler Ridge, menyoroti kewajiban platform AI saat mendeteksi ancaman kekerasan.
IHSG turun 1,69 persen ke level 6.277
Bisnis & Finansial

IHSG Turun 1,69 Persen, Ditutup di Level 6.277

IHSG turun 1,69 persen dan ditutup di level 6.277. Tekanan meluas sejak pagi, dengan sektor energi serta saham bank besar